Nagari Kinari Gelar Tradisi Sidakah Limau Sambut Ramadan

Rabu, 18 Februari 2026, 10:37 WIB | Hiburan | Kab. Solok
Nagari Kinari Gelar Tradisi Sidakah Limau Sambut Ramadan
Nagari Kinari, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok menggelar tradisi Sidakah Limau menjelang bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (15/2/2026), bertempat di halaman Kantor Wali Nagari setempat. MAK i
IKLAN BANK INDONESIA KAS KELILING

SOLOK, binews.id -- Nagari Kinari, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok menggelar tradisi Sidakah Limau menjelang bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (15/2/2026), bertempat di halaman Kantor Wali Nagari setempat.

Tradisi tahunan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat. Hadir Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok yang diwakili Pamong Budaya Ahli Muda, Wirasto, Camat beserta Forkopimcam Bukit Sundi, Wali Nagari, Ketua KAN, niniak mamak, serta masyarakat Nagari Kinari.

Meski diguyur hujan, prosesi Sidakah Limau tetap berlangsung khidmat. Kondisi cuaca tidak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk mengikuti tradisi sakral yang telah diwariskan secara turun-temurun ini.

Pada kegiatan tersebut juga ditampilkan berbagai kesenian anak nagari sebagai bentuk pelestarian budaya lokal. Penampilan seni tradisi ini menambah semarak suasana sekaligus menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda.

Prosesi Sidakah Limau diisi dengan menyiramkan air limau kepada para pengunjung sebagai simbol pensucian diri menjelang Ramadhan. Tradisi ini dimaknai sebagai upaya membersihkan hati dan jiwa sebelum memasuki bulan penuh ampunan.

Selain itu, panitia juga melemparkan kue dari pulut yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan sebutan kue putu untuk diperebutkan oleh anak-anak. Momen ini disambut meriah dan penuh keceriaan oleh para peserta.

Ketua KAN Kinari, Dt. Mangkuto Arek, menyampaikan bahwa Sidakah Limau merupakan tradisi turun-temurun yang rutin dilaksanakan setiap tahun menjelang Ramadhan.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi seluruh lapisan masyarakat, tetapi juga momentum saling memaafkan sebelum memasuki bulan suci. Hal ini terutama dilakukan antara niniak mamak dan masyarakat, mengingat sebagai manusia tentu memiliki salah dan khilaf.

Dalam tradisi tersebut, para bundo kanduang membawa pucuak dari daun kelapa yang nantinya diantarkan ke makam keluarga yang meninggal dalam satu tahun terakhir. Prosesi ini memiliki nilai filosofi sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada leluhur.

Sementara itu, Pamong Budaya Ahli Muda Wirasto menegaskan bahwa tradisi Sidakah Limau di Kinari merupakan kearifan lokal yang perlu dirawat bersama. Tradisi ini telah tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia di Kementerian Kebudayaan.

Wirasto menambahkan, Kinari tidak hanya dikenal dengan Sidakah Limau, tetapi juga memiliki karya budaya berupa seni tradisi Tari Ambek-ambek yang telah tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal di Kementerian Hukum. Di Kabupaten Solok sendiri terdapat beragam tradisi jelang Ramadhan, seperti Balimau Patang di Nagari Limau Lunggo dan Balimau di Nagari Sungai Janiah (Mak Itam), yang menjadi kekayaan budaya daerah. (bi/Mak i)

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: