Antisipasi Kemacetan saat Masa Libur Lebaran, Gubernur Turun Langsung Cek Kesiapan Jalur Alternatif

Jumat, 27 Februari 2026, 09:17 WIB | Pemerintahan | Kab. Agam
Antisipasi Kemacetan saat Masa Libur Lebaran, Gubernur Turun Langsung Cek Kesiapan Jalur...
Gubernur Mahyeldi di sela peninjauan di Malalak, Kabupaten Agam, Kamis (26/2/2026). ADPIM
IKLAN BANK INDONESIA KAS KELILING

AGAM, binews.id — Adanya potensi kemacetan panjang saat arus mudik Lebaran 2026 menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar). Guna memastikan jalur alternatif benar-benar siap untuk dilalui, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah turun langsung meninjau kondisi ruas jalan Malalak dan Lembah Anai.

Peninjauan tersebut dilakukan hanya beberapa jam setelah Gubernur mengikuti Rapat Koordinasi Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 bersama Menteri Perhubungan. Dari ruang rapat, rombongan langsung bergerak ke lapangan.

"Sebagaimana kita ketahui, jalur Sitinjau Lauik sudah padat setiap hari, ditambah lagi adanya pekerjaan flyover. Maka jalur alternatif harus kita persiapkan dari sekarang," tegas Mahyeldi di sela peninjauan di Malalak, Kabupaten Agam, Kamis (26/2/2026).

Ia menekankan, lonjakan pemudik tahun ini diperkirakan meningkat seiring terjadinya bencana di sejumlah daerah di Sumbar pada akhir November tahun lalu. Artinya, beban kendaraan akan lebih tinggi dari tahun sebelumnya, sementara kapasitas jalur belum sepenuhnya pulih.

Ia menyebutkan, beberapa ruas jalan masih dalam tahap perbaikan pascabencana, termasuk kawasan Lembah Anai dan Malalak. Karena itu, pemantauan progres perlu terus dilakukan agar dapat disusun mekanisme lalu lintas yang tepat sebelum masa puncak arus mudik.

Di jalur Malalak, Gubernur melihat langsung progres perbaikan jalan yang disiapkan sebagai opsi pengurai kepadatan Padang--Bukittinggi. Meski menunjukkan perkembangan signifikan, menurutnya, jalur ini masih memiliki sejumlah titik rawan longsor dan untuk sementara hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan mobil pribadi.

"Kita akan optimalkan jalur yang ada agar masyarakat punya pilihan ketika jaur utama padat. Tapi tetap, dengan mengedepankan prinsip keselamatan," ujarnya.

Sementara itu, untuk ruas Lembah Anai, Pemprov berharap PT. Hutama Karya Infrastruktur (HKI) selaku pelaksana bisa mempercepat penanganan. Sehingga pada H-7 Lebaran, ruas jalan Lembah Anai sudah dapat difungsikan 24 jam.

"Sebab, Jalur ini akan menjadi salah satu kunci distribusi arus kendaraan agar tidak seluruhnya bertumpu di jalur sitinjau lauik," ujar Gubernur.

Selain kesiapan fisik jalan, Pemprov juga akan menambah posko pengamanan di titik rawan guna mempercepat respons jika terjadi gangguan lalu lintas maupun potensi bencana.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar, Dedi Diantolani menjelaskan bahwa skema pengaturan lalu lintas akan diterapkan secara ketat, termasuk sistem satu arah (one way) berbasis waktu.

Halaman:

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: