Catatan Hari Pers Nasional 2023
PERS SEBAGAI PANDUAN KEHIDUPAN BERDEMOKRASI
*Hj. Nevi Zuairina

Dalam memperkuat persatuan bangsa, pers juga harus memberikan platform bagi suara-suara yang berbeda. Menghormati hak untuk berbicara serta berekspresi bagi semua warga negara, serta menyoroti praktik-praktik diskriminasi dan kebijakan yang merugikan persatuan dan integrasi bangsa. Pers mesti memainkan peran penting dalam membantu membangun dan mempererat persatuan dan integrasi bangsa, serta memastikan semua warga negara merasa diterima dan diakui.
Pers bersih dari berita hoaks
Dalam kehidupan berdemokrasi, pers harus bersih dan terjaga dari berita bohong, dipelintir atau hoaks. Mewujudkan pers yang bersih dan terhindar dari berita hoaks tersebut, maka perlu menerapkan standar jurnalistik yang ketat, memastikan sumber informasi yang digunakan benar-benar terpercaya. Melakukan cross-checking dan verifikasi informasi sangat penting sebelum mempublikasikan berita.
Selain menghindari hoaks melalui sistem kerja redaksi dalam memproduksi berita, pers juga harus mendukung regulasi dan undang-undang yang memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pemberitaan. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menjadi acuan utama bagi jurnalis/wartawan dan perusahaan pers dalam bekerja. Kemudian, kode etik jurnalistik yang wajib diikuti dan dipatuhi oleh para jurnalis sebagai panduan profesi. Begitu juga dengan Undang-Undang dan regulasi lainnya yang bertujuan mengantisipasi penyebaran hoaks.
Media sosial dan tantangan bagi pers
Banjir informasi digital yang tak terbendung menjadi tantangan bagi pers saat ini. Sumber informasinya pun beragam, mulai dari portal berita, agregator berita, media sosial, serta tautan berita yang muncul dari mesin pencarian seperti Google. Dalam kondisi tersebut, masyarakat butuh panduan untuk memilih konten berkualitas sehingga bisa bersikap dengan benar. Di sini butuh peran pers sebagai pemandu kehidupan publik melalui produk jurnalistik bermutu dan bernilai.
Media sosial salah satu kanal informasi yang banyak diselami masyarakat. Berbagai informasi masuk ke kanal tersebut sehingga sulit membedakan mana sampah, kotoran, dan mutiara. Tantangan yang sangat berat bagi pers dalam mempengaruhi integritas dan kepercayaan publik terhadap berita. Antara lain, berita bohong dimana media sosial memudahkan penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat mempengaruhi pandangan publik dan menyebar informasi yang salah. Tantangan lainnya, pemalsuan informasi karena media sosial memungkinkan untuk memalsukan informasi dan membuat berita palsu terlihat seperti sumber yang terpercaya.
Pers harus memperhatikan tantangan-tantangan ini guna memastikan publik menerima informasi yang akurat, dapat dipercaya, dan berimbang. Pers juga dapat bekerja sama dengan media sosial untuk memastikan algoritma dan pemilihan berita tidak mempengaruhi integritas berita tersebut. Dalam era digital yang berkembang pesat, pers harus terus berinovasi dan beradaptasi agar informasi yang diterima publik terjaga akurasi dan kebenarannya.
Memperingati HPN 2023, saya memberikan dukungan serta apresiasi yang tulus kepada para jurnalis/wartawan dan media pers. Saya mendorong pers untuk terus memainkan peran penting dalam masyarakat dan menjadi panduan kehidupan berdemokrasi. Selamat memperingati HPN 2023. (*)
*Anggota DPR RI
Opini Terkait
- Musfi Yendra: Standar Layanan Informasi Publik
- Musfi Yendra: Keterbukaan Informasi Publik Nagari
- Nevi Zuairina: Refleksi Energi Indonesia Tahun 2024 dan Harapan Menuju 2025
- Misdawati, S.Pd, M.Pd: Pembelajaran Berdiferensiasi Melalui GAME-PAQ
- Musfi Yendra: Keterbukaan Informasi Publik di Era Presiden Prabowo
Refleksi Energi Indonesia Tahun 2024 dan Harapan Menuju 2025
Opini - 05 Januari 2025
Oleh: Nevi Zuairina