Membohongi Diri Sendiri
Tidak Perlu Dirahasiakan, Bersyukur Sakit Momentum Istirahat
*Aqua Dwipayana

Ketika sekitar seminggu istirahat total, saya sangat bersyukur. Sama sekali tidak ada penyesalan. Bahkan berterima kasih kepada TUHAN karena dengan cara itu "memerintahkan" saya untuk di rumah saja, tidak kemana-mana.
Jika sehat, pasti saya sudah jalan ke berbagai kota. Dengan agenda utama silaturahim serta melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi.
Dengan sakit untuk sementara langkah saya terhenti. Di rumah saja. Fokus pada pemulihan kesehatan sambil melaksanakan aktivitas lainnya termasuk menyapa teman-teman.
Selama pemulihan menuju sehat, saya tetap melakukan hobi saya. Membantu sesama sesuai kemampuan saya.
Banyak teman yang kontak saya. Selain menyapa, mereka menyampaikan permohonan bantuan. Wujudnya beragam. Mulai yang ringan, sedang, hingga yang butuh ekstra pemikiran dan lobi.
Satu-persatu saya tuntaskan. Tanpa menginfokan kepada mereka tentang kondisi saya. Kelihatannya normal saja.
Saat membaca tulisan berjudul "Kepekaan para Sahabat: Langsung Mendoakan Segera Sembuh" teman-teman itu kaget. Tidak menyangka saya membantu mereka, saya sedang sakit.
Wajar sikap mereka seperti itu, sebab tidak melihat kondisi fisik saya. Terpenting semuanya beres. Saya bisa membantu urusan mereka sampai tuntas.
Saya sangat bersyukur bisa melakukan itu. Sakit fisik tidak mengurangi kualitas perhatian pada sesama. Apalagi membantu mereka yang membutuhkan.
Niat, tekad, dan upaya saya selama ini, dalam kondisi apa pun, berusaha membantu mereka yang bisa saya bantu. Tanpa melihat latar belakangnya. Itu juga dilakukan kepada mereka yang belum saya kenal sebelumnya.
Semua itu selain telah "mendarah daging" dalam diri saya, juga melaksanakan pesan yang selalu disampaikan kedua orang tua saya: almarhum Ibu Asmi Samad dan Bapak Syaifuddin. Di mana pun berada agar proaktif membantu siapa saja.
*Motivator Nasional
Opini Terkait
- Musfi Yendra: Standar Layanan Informasi Publik
- Musfi Yendra: Keterbukaan Informasi Publik Nagari
- Nevi Zuairina: Refleksi Energi Indonesia Tahun 2024 dan Harapan Menuju 2025
- Misdawati, S.Pd, M.Pd: Pembelajaran Berdiferensiasi Melalui GAME-PAQ
- Musfi Yendra: Keterbukaan Informasi Publik di Era Presiden Prabowo
Refleksi Energi Indonesia Tahun 2024 dan Harapan Menuju 2025
Opini - 05 Januari 2025
Oleh: Nevi Zuairina