Jangan Ambil Keuntungan Saat Pandemi Covid-19
*Dr. Aqua Dwipayana

Dalam situasi Covid-19 sangat ketelaluan kalau ada orang yang berusaha mengambil keuntungan dari mereka yang kesusahaan. Orang itu tidak punya nurani dan empati. Perilaku dan tutur katanya bisa membuat orang yang susah jadi makin susah.
Siapapun orangnya, kenal atau tidak dikenal, bantulahnya secara maksimal. Niatkan semuanya sebagai ibadah, sepenuhnya karena TUHAN.
Berempatilah kepada mereka. Bayangkan kalau itu terjadi pada diri sendiri dan keluarga. Pasti menyedihkan sekali dan butuh bantuan orang lain.
Ingat, sekecil apapun bantuan yang diberikan, kalau ikhlas melakukannya merupakan investasi sangat berharga baik di dunia maupun di akhirat. Tabungan itu nilainya besar sekali dan tidak dapat digantikan dengan uang berapapun.
*Niatkan Ibadah, Jangan Pernah Lelah Membantu Siapapun Termasuk yang Tidak Dikenal*
Karena niatnya sepenuhnya ibadah, kalau bantuan yang diberikan berhasil maka usahakan secara maksimal tidak menerima imbalan apapun dari mereka yang dibantu. Meski biasanya saking senangnya mereka mau membalas pertolongan itu.
Wujudnya beragam, mulai dari materi hingga bermacam barang. Mereka yang ekonominya mapan tidak sungkan-sungkan memberikan yang nilainya lumayan.
Ada kepuasan batin yang tiada tara saat bisa menolak semua pemberian itu. Tentunya menyampaikannya harus santun beretika.
Utarakan secara baik-baik. Dengan rendah hati sampaikan bahwa semua itu sepenuhnya karena TUHAN. Tanpa ridho dan ijinnya sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa.
Selanjutnya teruslah membantu siapapun. Jangan pernah lelah. Ucapan terima kasih dari mereka yang dibantu merupakan energi positif yang luar biasa.
Saat pandemi Covid-19 ini merupakan momentum yang sangat tepat membantu sesama. Apalagi jika menyadari betul bahwa ketika memberi bantuan pada orang lain, pada hakekatnya adalah menolong diri sendiri.
*Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional
Opini Terkait
- Musfi Yendra: Standar Layanan Informasi Publik
- Musfi Yendra: Keterbukaan Informasi Publik Nagari
- Nevi Zuairina: Refleksi Energi Indonesia Tahun 2024 dan Harapan Menuju 2025
- Misdawati, S.Pd, M.Pd: Pembelajaran Berdiferensiasi Melalui GAME-PAQ
- Musfi Yendra: Keterbukaan Informasi Publik di Era Presiden Prabowo
Refleksi Energi Indonesia Tahun 2024 dan Harapan Menuju 2025
Opini - 05 Januari 2025
Oleh: Nevi Zuairina