Hilangnya Moral Nak Ranah Minang
*Novianto. SP
Jangan lagi kita bangga mempermalukan dan menganiaya orang lain dengan cara-cara apapun, karena Syara' dan Adat pasti melarang, sekarang kita mulai mengajari generasi berikutnya dengan moral yang baik, bersama dengan perilaku baik sebagai contoh,"lamak diawak katuju jo urang," dan "indak kalamak hati awak saji" karena sehebat apapun kita mengarahkan anak Rang Minang untuk bermoral, namun perbuatan kita tidak sejalan, masih bangga dengan bercarut-pungkang, bangga menjelekkan orang lain, generasi berikutnya akan menggantikan dengan yang lebih parah.
Salah anak Rang Minang hari ini, adalah salah orang tua yang tidak memberikan contoh baik, sekarang berubahlah agar moral kita kembali pulih, dan Ranah Minang Tidak menangis lagi. Saya yakin tulisan ini akan menuai pro dan kontra, tapi ini kenyataan yang harus kita perbaiki bersama. (*)
*Anak Rang Piaman
Opini Terkait
- Mak Itam: Lokomotif Tanpa Arah di Kabupaten Solok: Birokrasi Menunggu...
- Dasrul, SS., M.Si: Penerapan Pendekatan Kebudayaan di Lokasi Relokasi Kaum...
- Hj. Nevi Zuairina: Bangkit Negeri, Ayo Basamo Pulihkan Bencana Sumatra
- Nanda Satria: Uang Harus Berputar di Daerah: Lima Prioritas Pemulihan...
- Hj. Nevi Zuairina: Tangis Sumatera Makin Dalam: 914 Jiwa Melayang, Ratusan...
Lokomotif Tanpa Arah di Kabupaten Solok: Birokrasi Menunggu...
Opini - 18 Februari 2026
Oleh: Mak Itam
Penerapan Pendekatan Kebudayaan di Lokasi Relokasi Kaum...
Opini - 01 Februari 2026
Oleh: Dasrul, SS., M.Si
Uang Harus Berputar di Daerah: Lima Prioritas Pemulihan...
Opini - 23 Desember 2025
Oleh: Nanda Satria
Tangis Sumatera Makin Dalam: 914 Jiwa Melayang, Ratusan...
Opini - 10 Desember 2025
Oleh: Hj. Nevi Zuairina




