Buka Agri Youth Talks 2025, Gubernur Mahyeldi: Milenial Jangan Ragu Tekuni Pertanian
Youth Agripreneurs adalah kunci menciptakan pertanian berdaya saing dan mendukung ketahanan pangan.
Data BPS 2024: Produksi jagung Sumbar mencapai 742.492 ton dari luas panen 83.918 hektare, produktivitas rata-rata 61,76 kuintal/ha. Kebutuhan jagung daerah 2,4 juta ton/tahun produksi lokal baru memenuhi sekitar 40% kebutuhan.
Sumbar telah melahirkan banyak Duta Petani Milenial dan Andalan yang sukses mengembangkan komoditas unggulan: kopi Solok Radjo (Solok), pertanian organik (Bukit Gompong), hidroponik (Padang), alpukat (Baso-Agam), dan lainnya.
"Generasi muda pertanian Sumbar menjadi teladan bahwa pertanian identik dengan inovasi, kewirausahaan, dan kepemimpinan perubahan. Karena itu, para milenial jangan ragu menekuni pertanian, karena bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu mengelola sumber daya sendiri," ujar Mahyeldi.
Forum ini diharapkan melahirkan banyak Youth Agripreneurs Sumatera Barat yang akan membawa harum nama daerah sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam percaturan pangan dunia.
CEO PT Mekar Investama Teknologi, Pandu Aditia Kristi, menyampaikan bahwa pada Juli lalu telah dimulai pembukaan lahan tidur yang sudah 35 tahun tidak digarap, dan kini mulai ditanami jagung seluas 300 hektare di Lubuk Alung. Ke depan, program ini akan diperluas ke wilayah lain di Sumatera Barat.
"Hal ini menjadi momentum penting untuk bersinergi dalam mewujudkan swasembada pangan di Sumatera Barat," ucapnya.
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Wako Fadly Amran Apresiasi Kehadiran JCC di UNP, Dorong Penguatan Ekosistem Kampus
- Pemko Padang Gelar Pelatihan Literasi Artificial Intelligence untuk 500 Kepala Sekolah
- 3.328 Calon Guru Ikuti Workshop Implementasi Kurikulum Nasional di UNP
- UNP Perluas Akses Pendanaan Global untuk Pembangunan Infrastruktur Kampus
- Audiensi UNP dan Antara, Peran Akademisi di Ruang Publik Ditekankan






