Menciptakan Hidup Penuh Warna di Tengah Virus Corona
*Marfis Yuna Riza

Dua pekan sudah berlalu, proses belajar dan mengajar dilakukan dari rumah atau dikenal dengan istilah 'stay at home'.
Instruksi dikeluarkan pemerintah karena adanya virus Corona Virus Disease (Covid-19) yang sedang melanda Indonesia, termasuk Sumatra Barat (Sumbar).
Peserta didik mulai dari jenjang pendidikan dasar, menengah hingga ke perguruan tinggi harus belajar dari rumah 'dirumahkan'. Artinya semua kegiatan belajar mengajar dialihkan ke rumah di bawah bimbingan dan pengawasan Guru. Instruksi ini bertujuan agar penyebaran mata rantai Covid-19 tidak menyebar kemana-mana.
Selama aturan ini diterapkan, program mengajar pun berubah dari tatap muka beralih ke dalam jaringan (daring). Berbagai langkah yang diambil, diantaranya dengan menggunakan Aplikasi Whats App, video call, google classroom, serta penggunaan Aplikasi webex dan sebagainya.
Selain pembelajaran secara daring juga dilakukan kunjungan ke rumah siswa secara berkala. Ini akan berlangsung hingga pertengahan April mendatang.
Tak heran, jika selama pembelajaran dirumahkan, banyak media sosial dibanjiri dengan foto-foto para guru yang sedang berinteraksi dengan siswa. Tak hanya foto, video call pun juga aktif di jejaring sosial. Terlihat, raut muka ceria siswa ketika guru sedang berinteraksi dengan mereka.
Ini merupakan pembelajaran dengan metode terbaru yang dilakukan guru dan murid, tak jarang orang tua pun ikut andil.
Dengan pembelajaran secara daring ini, ada beberapa kendala yang dihadapi, diantaranya ketersediaan handphone berbasis Android, paket data internet, dan signal yang kurang bersahabat sebagian tempat siswa berdomisili. Dengan adanya kendala di atas, semoga ada jalan dari Pemerintah untuk bisa mengatasi hal tersebut.
Setidaknya Pemerintah bisa membuat kebijakan atau petunjuk teknis terbaru dalam penggunaan dana BOS terkait adanya musibah Covid-19 ini.
Seperti halnya pemerintah membuat kebijakan terbaru bahwa ditiadakannya Ujian Nasional di tahun ini. Dengan tidak adanya Ujian Nasional, Pemerintah dapat membuat kebijakan terbaru tentang pengalihan dana BOS, bahwa dana UN dapat dialihkan untuk pencegahan penyebaran dan penularan virus Covid-19 ini.
Diantaranya, penyediaan alat-alat kebersihan dan kesehatan di sekolah seperti : masker, alat-alat kebersihan seperti sabun cuci tangan, hand sanitizer, penyemprotan disinfektan, serta penyedian dana untuk pembelajaran daring ini termasuk di dalamnya pembelian paket data internet siswa.
*Guru SDN 08 Kampung Jawa I Kota Pariaman
Opini Terkait
- Musfi Yendra: Standar Layanan Informasi Publik
- Musfi Yendra: Keterbukaan Informasi Publik Nagari
- Nevi Zuairina: Refleksi Energi Indonesia Tahun 2024 dan Harapan Menuju 2025
- Misdawati, S.Pd, M.Pd: Pembelajaran Berdiferensiasi Melalui GAME-PAQ
- Musfi Yendra: Keterbukaan Informasi Publik di Era Presiden Prabowo
Refleksi Energi Indonesia Tahun 2024 dan Harapan Menuju 2025
Opini - 05 Januari 2025
Oleh: Nevi Zuairina