Salah Samek #1 : Penyebaran dan Penyakit
*Oleh : Hendra J Kede

Sebuah lokal wisdom Minangkabau yang sering dipakai masyarakat Sumatera Barat : Salah Samek
Kancing baju nomor urut 3 dari atas namum dipasangkan dengan lobang kancing baju nomor urut 2 atau 4 dari atas : Salah Samek
Berangkat sholat ke masjid namun pakai baju ke pesta lengkap dengan dandanannya : Salah Samek
Membicarakan tanah pusako tinggi namun memakai hukum positif negara : Salah Samek
Menjenguk orang sakit diabetes namun membawa buah tangan yang kaya kandungan gula : Salah Samek
Virus Corona ditetapkan sebagai Pandemi namun ditangani dengan tata cara penanganan Endemi apalagi dengan tata cara penanganan Wabah : Salah Samek
Penyebaran Virus Corona ditetapkan sebagai Darurat namun ditangani dengan cara-cara tidak darurat : Salah Samek
Darurat itu harusnya dijalankan dengan perintah dan larangan namun jika dijalankan dengan dominan himbauan : Salah Samek
Virus Corona itu yang paling berbahaya penyebarannya baru penyakitnya namun jika fokus utama penanganan tentang penyakit dan menomorduakan penyebaran : Salah Samek
Salah Samek akan membawa tidak salamek (baca : tidak selamat)
Bahaya terbesar Virus Corona : Penyebaran tak terkedali
*Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat RI
Opini Terkait
- Musfi Yendra: Standar Layanan Informasi Publik
- Musfi Yendra: Keterbukaan Informasi Publik Nagari
- Nevi Zuairina: Refleksi Energi Indonesia Tahun 2024 dan Harapan Menuju 2025
- Misdawati, S.Pd, M.Pd: Pembelajaran Berdiferensiasi Melalui GAME-PAQ
- Musfi Yendra: Keterbukaan Informasi Publik di Era Presiden Prabowo
Refleksi Energi Indonesia Tahun 2024 dan Harapan Menuju 2025
Opini - 05 Januari 2025
Oleh: Nevi Zuairina