Sumbar Daerah Peduli Penyiaran 2022, Terima Anugerah Bergengsi Dari KPI

Minggu, 16 Oktober 2022, 07:56 WIB | Gaya Hidup | Kota Padang
Sumbar Daerah Peduli Penyiaran 2022, Terima Anugerah Bergengsi Dari KPI
Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi pada Anugerah KPI 2022 di Studio 1 Menara Kompas, Jl Palmerah Selatan, Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (15/10). IST
IKLAN GUBERNUR

PADANG, binews.id -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terpilih sebagai Pemerintah Daerah Peduli Penyiaran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tahun 2022. Pemprov Sumbar dinilai peduli penyiaran dengan memberi kepastian anggaran dan payung hukum kepenyiaran.

Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi pada Anugerah KPI 2022 di Studio 1 Menara Kompas, Jl Palmerah Selatan, Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (15/10).

Dalam sambutannya Gubernur menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada KPI dan KPID Sumbar yang telah memberikan penilaian terbaik bagi Sumatera Barat. Menurut Buya Mahyeldi, peran radio dan televisi luar biasa dalam membantu menyebarkan informasi kebijakan pemerintah pada masyarakat.

"Kami bersama DPRD dan seluruh masyarakat sangat serius ingin menghadirkan penyiaran yang terbaik dan berkualitas karena kami menyadari hal tersebut akan meningkatkan kualitas kecerdasan masyarakat. Mudah-mudahan kedepan kita akan terus memberikan yang terbaik bagi Sumbar,," ujar gubernur.

Baca juga: Kembali Pemko.Bukittinggi Serahkan Bantuan Untuk Korban Bencana Alam di Kec.Tanjuang Raya Agam

Gubernur juga mengajak seluruh stasiun tv dan radio untuk datang ke Sumatera Barat untuk meliput berbagai keunikan dan sensasi wisata yang beda dalam rangkaian Visit Beautiful West Sumatera 2023.

Sebelumnya, Ketua KPI Pusat Agung Suprio menyampaikan, Anugerah KPI merupakan kegiatan tahunan KPI Pusat sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja keras lembaga penyiaran yang berupaya menyuguhkan tontonan yang sehat dan berkualitas, dan Pemerintah Daerah yang menciptakan iklim kondusif bagi penyiaran yang sehat dan berbudaya.

"Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong industri penyiaran untuk terus berkarya dalam menghasilkan program-program terbaik," kata Agung.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo RI, Usman kansong menyebut tahun ini, setelah pasca pandemi dan analog switch off (ASO) menjadi momentum pembaharuan lembaga penyiaran Indonesia.

Baca juga: BPBD Sumbar Pastikan Video Longsor Kelok Sembilan Hoaks

"Lembaga penyiaran sebagai agen informasi masyarakat harus pertahankan idealisme dan profesionalisme. Konsisten dan mempertahankan kepercayaan publik.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: