Provinsi Sumatera Barat Mengalami Deflasi pada April 2023

Selasa, 02 Mei 2023, 10:27 WIB | Ekonomi | Kota Padang
Provinsi Sumatera Barat Mengalami Deflasi pada April 2023
Inflasi. IST
IKLAN GUBERNUR
PADANG, binews.id -

Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan dua kota di Provinsi Sumatera Barat terkendali di tengah momentum Ramdhan dan Idul Fitri pada April 2023.

Kepala Kantor BI Perwakilan Sumbar, Endang Kurnia Putra, menyebut, berdasarkan Berita Resmi Statistik yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat, IHK umum Sumatera Barat tercatat deflasi sebesar -0,03% (mtm), sedikit meningkat dibandingkan realisasi Maret 2023 yang mengalami deflasi sebesar -0,09% (mtm). Sementara secara tahunan, pada April 2023 masih tercatat inflasi sebesar 5,24% (yoy), menurun dibandingkan dengan realisasi Maret 2023 yang sebesar 5,97% (yoy).

"Secara spasial, Kota Padang mengalami deflasi sebesar -0,03% (mtm) pada April 2023, atau mengalami peningkatan dibandingkan realisasi periode sebelumnya yang deflasi sebesar -0,10% (mtm). Realisasi ini membawa Kota Padang berada pada urutan ke-11 dari 13 kota yang mengalami deflasi di Indonesia. Secara tahunan, realisasi inflasi Kota Padang sebesar 5,28% (yoy), menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 5,94% (yoy) dan berada pada peringkat ke-15 dari 90 Kabupaten/Kota yang mengalami inflasi di Indonesia," katanya.

Sementara itu, perkembangan harga bulanan di Kota Bukittinggi mengalami inflasi dengan realisasi sebesar 0,06% (mtm), meningkat dibandingkan realisasi bulan sebelumnya yang sebesar 0,03% (mtm). Inflasi Kota Bukittinggi berada pada urutan ke-72 dari 77 kota yang mengalami inflasi. Realisasi tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan di Kota Bukittinggi sejalan dengan masuknya pemudik dan wisatawan.

Baca juga: Pemprov Sumbar Siapkan Bus bagi Bupati/Wali Kota Beserta Wakil Menuju Bandara Yogya Usai Retret di Magelang

Secara tahunan, realisasi inflasi Kota Bukittinggi sebesar 4,98% (yoy), menurun dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 6,08% (yoy) dan berada di urutan ke-24 dari 90 kota yang mengalami inflasi di Indonesia. Deflasi gabungan dua kota di Sumatera Barat pada April 2023 didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang deflasi sebesar -0,58% (mtm) dengan andil -0,18% (mtm). Deflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau bersumber dari penurunan harga komoditas cabai merah, beras, bawang merah, ikan gembolo/ikan aso-aso, dan mangga dengan andil masing-masing sebesar -0,24%; -0,04%; -0,02%; -0,02%; -0,01% (mtm).

"Penurunan harga komoditas pangan strategis seperti cabai merah, beras, dan bawang merah secara umum didukung oleh meningkatnya pasokan seiring dengan masih berlangsungnya periode panen raya pada beberapa daerah sentra produksi, termasuk Sumatera Barat. Sementara itu, penurunan harga komoditas ikan tongkol/ikan ambu-ambu didorong oleh peningkatan hasil tangkapan nelayan di tengah permintaan komoditas ikan yang terjaga," ujarnya.

Selain kelompok makanan, minuman, dan tembakau, kelompok kesehatan juga mengalami deflasi. Sementara itu, kelompok lainnya mengalami inflasi dengan kontribusi terbesar berasal dari kelompok transportasi. Realisasi inflasi kelompok transportasi sebesar 0,77% (mtm) dengan andil 0,11% (mtm) yang disumbang oleh komoditas angkutan antar kota dan kendaraan carter/rental.

"Selain itu, tarif kendaraan travel dan mobil, angkutan udara, kendaraan roda 4 online juga mengalami peningkatan. Peningkatan tarif berbagai moda transportasi didorong oleh meningkatnya permintaan sejalan dengan tingginya aktivitas mudik lebaran di Sumatera Barat yang bertumpu pada transportasi darat," katanya.

Baca juga: UNP Gelar Lokakarya Manajemen Penelitian, Hadirkan Narasumber dari University Malaya

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga tercatat inflasi sebesar 0,47% (mtm) dengan andil 0,02% (mtm). Komoditas yang dominan mempengaruhi laju inflasi kelompok tersebut adalah emas perhiasan dengan andil 0,02% (mtm). Peningkatan harga emas perhiasan sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat menjelang perayaan lebaran, sejalan dengan pola musiman. Secara umum, deflasi gabungan dua kota di Sumatera Barat pada April 2023 dipengaruhi oleh turunnya harga berbagai komoditas pangan. Peningkatan pasokan pada masa panen raya di tengah momentum Ramadhan dan Idul Fitri yang diperkuat dengan kelancaran distribusi diindikasi mencukupi kebutuhan masyarakat Sumatera Barat.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: