Pemerintah dan Pelaku Wisata Sumbar Bahas Medical Tourism
"Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Sumbar nomor satu se-Indonesia, yakni pada angka 47,7%," katanya.
Selain itu laboratorium Fakultas Kedokteran UNAND unggul dengan skala swab terbanyak di Indonesia, serta adanya transformasi perubahan prilaku masyarakat melalui pemberlakuan PSBB secara serentak di 19 kabupaten/kota.
Sementara Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat Alan Maulana Yusran mengatakan pihaknya cukup terpukul dengan adanya wabah Covid-19
Baca juga: Pemkab Solok Matangkan Persiapan Festival 5 Danau 2025, Event Pariwisata Kelas Nasional
"Ini kami cukup ngos ngosan juga, karena tidak ada income sama sekali," ujarnya.
Disamping memberikan sejumlah masukan, dia juga mengharapkan lahirnya kebijakan-kebijakan pemerintah yang bisa mengakomodir dunia pariwisata agar kembali menggeliat.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua DPD Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumbar, Ian Hanafiah. Menurutnya bagaimana merangsang wisatawan untuk kembali mengunjungi Sumatera Barat mesti dipersiapkan secara matang.
"Bagaimana mempersiapkan paket-paket wisata yang aman Covid-19, tentu dengan harapan adanya subsidi dari pemerintah," terangnya. (ISC/ MMC Diskominfo)
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Sambut Wisatawan Lebaran, Wako Fadly Amran Pastikan Fasilitas Pantai Air Manis Prima
- Pemko Padang Ancam Sanksi Berat Pelaku Usaha Kuliner yang Lakukan Praktik Pakuak Saat Lebaran
- Langkah Menjadikan Padang sebagai Kota Gastronomi Kian Dekat
- Korban Banjir Bandang Batu Busuk Padang Masih Menanti Kepastian Pendataan dan Bantuan
- 11 KK Korban Banjir Bandang di Kapalo Koto Bangun Huntara Mandiri






