Korban Banjir Bandang Batu Busuk Padang Masih Menanti Kepastian Pendataan dan Bantuan
PADANG, binews.id -- Masyarakat korban banjir bandang di kawasan Batu Busuk, Kota Padang, Sumatera Barat, hingga kini masih menanti kepastian terkait sistem pendataan korban. Ketidakjelasan tersebut menimbulkan kekhawatiran warga mengenai mekanisme penyaluran bantuan pascabencana.
Warga berharap pemerintah dapat memastikan apakah bantuan akan diberikan berdasarkan jumlah kepala keluarga atau per rumah yang terdampak dan hanyut akibat banjir bandang. Kepastian ini dinilai penting agar tidak menimbulkan kebingungan dan kecemburuan sosial di tengah masyarakat.
Salah seorang korban, Nurhayati (68), warga Pangka Jambatan Batu Busuk RT 03 RW 04, mengaku belum terdata sebagai penerima bantuan. Padahal, rumah yang ditempatinya mengalami kerusakan parah akibat diterjang banjir bandang.
Nurhayati mengaku bingung dengan proses pendataan yang dilakukan oleh pemerintah. Ia menyebut belum mendapatkan informasi yang jelas mengenai nasib bantuan bagi dirinya dan keluarga.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi, saya hanya ingin tahu kapan bantuan akan diberikan," ujar Nurhayati dengan nada harap.
Menurutnya, sejak kejadian banjir bandang, ia bersama keluarga hanya mengandalkan bantuan dari tetangga dan relawan. Kondisi tersebut membuatnya berharap pemerintah segera memberikan kepastian.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Evi Yandri, meminta Pemerintah Kota Padang memastikan sistem pendataan korban dilakukan secara transparan dan akurat. Ia menilai pendataan yang tidak jelas berpotensi menimbulkan masalah baru pascabencana.
"Kami ingin memastikan bahwa bantuan diberikan kepada yang benar-benar membutuhkan," kata Evi Yandri.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi agar tidak ada korban yang terlewat dari pendataan. Menurutnya, pendataan harus dilakukan dengan turun langsung ke lapangan.
Sementara itu, pemerintah telah melakukan berbagai upaya penyelamatan dan evakuasi terhadap korban banjir bandang di Batu Busuk. Sejumlah warga telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Di sisi lain, bantuan dari berbagai pihak mulai berdatangan. Pramuka Peduli Kwartir Cabang (Kwarcab) Padang turut menyalurkan bantuan kepada korban banjir bandang, meski sebagian warga masih berharap adanya bantuan lanjutan dari pemerintah. (bi/das)
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Bukittinggi Didorong Jadi Destinasi Sejarah Nasional, Mahyeldi Soroti Peran PDRI dan Peluang ke UNESCO
- Pemprov Sumbar Dukung Upaya Kawasan Geopark Silokek Dapat Pengakuan Dunia
- Sambut Wisatawan Lebaran, Wako Fadly Amran Pastikan Fasilitas Pantai Air Manis Prima
- Pemko Padang Ancam Sanksi Berat Pelaku Usaha Kuliner yang Lakukan Praktik Pakuak Saat Lebaran
- Langkah Menjadikan Padang sebagai Kota Gastronomi Kian Dekat






