UNP Gelar Pelatihan Jurnalisme Investigasi Isu Perubahan Iklim

Minggu, 27 Juli 2025, 17:48 WIB | Pendidikan | Kota Padang
UNP Gelar Pelatihan Jurnalisme Investigasi Isu Perubahan Iklim
Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar pelatihan jurnalisme investigasi bertema perubahan iklim bagi jurnalis media lokal Kota Padang. IST

PADANG, binewsi-- Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar pelatihan jurnalisme investigasi bertema perubahan iklim bagi jurnalis media lokal Kota Padang. Kegiatan bertajuk In-Depth Reporting for Environment ini berlangsung di Kopigo Pondok, Minggu (27/07).

Sebanyak 10 jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang mengikuti pelatihan tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PKM UNP yang diketuai oleh Evelynd, S.I.Kom., M.Comn.&MediaSt untuk meningkatkan kapasitas jurnalis dalam mengangkat isu-isu lingkungan hidup, khususnya perubahan iklim di wilayah Kota Padang.

"Pemberitaan tentang isu lingkungan di media lokal masih sangat minim. Padahal, masyarakat Kota Padang sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim," ujar Evelynd dalam sambutannya.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yaitu Jaka HB, jurnalis Mongabay, dan Febrianti, jurnalis TEMPO yang juga anggota AJI Padang. Kegiatan terbagi dalam dua sesi utama: pemaparan materi dan praktik observasi lapangan.

Pada sesi pemaparan, Jaka HB menekankan pentingnya perspektif geosentris dalam melihat isu lingkungan. Menurutnya, jurnalisme investigasi harus mampu menjawab pertanyaan "mengapa" dan "bagaimana" sebuah peristiwa terjadi, serta didukung dengan data yang valid dan beragam.

Sementara itu, Febrianti membagikan strategi menjadi jurnalis investigasi lingkungan yang efektif. Ia menekankan pentingnya membangun kepercayaan dengan narasumber serta menyusun narasi yang utuh dari sudut pandang masyarakat. Ia juga menyoroti empat aspek utama dalam liputan investigasi, yaitu berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah, adaptabilitas, dan kemampuan menjalin relasi.

Usai sesi materi, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan liputan singkat di kawasan Batang Arau. Mereka diminta melakukan observasi lapangan, menyusun gagasan awal liputan, dan melakukan pitching ide kepada mentor untuk mendapat masukan.

Kegiatan ditutup dengan sesi post-test serta penyusunan usulan kolaborasi liputan investigasi isu lingkungan di kawasan Batang Arau sebagai rencana tindak lanjut program. (bi/rel/mel)

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: