Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, Wako Hendri Arnis Mulai Program Makan Bergizi Gratis
Tak hanya itu, MBG turut membuka peluang kerja. Satu dapur rata-rata membutuhkan 50 orang tenaga kerja, mulai dari ahli gizi, akuntan, hingga penjamah makanan. Jika tujuh dapur sudah berjalan penuh, ada 350 orang yang terserap.
"Ini peluang besar. Selain anak-anak bisa sehat, masyarakat juga mendapat pekerjaan. Saya sendiri baru saja diterima sebagai juru masak, rasanya bangga sekali bisa ikut melayani," tutur Rani, salah seorang relawan dapur MBG.
Wako Hendri menegaskan, kualitas makanan akan selalu menjadi prioritas. "Yang penting, anak-anak senang dan benar-benar menikmati. Kalau makanannya sehat, belajar mereka juga lebih semangat," katanya.
Dari tujuh dapur MBG yang direncanakan, satu sudah beroperasi di Ekor Lubuk. Enam lainnya dalam tahap persiapan, yaitu di Guguk Malintang, Bukit Surungan, Sigando, Koto Panjang, Silaing Atas, dan Kampung Manggis.
Setiap dapur ditargetkan bisa melayani 3.200 siswa per hari. Jika semua sudah aktif, maka ribuan anak Padang Panjang bisa mendapatkan makan bergizi secara rutin.
Ketua Yayasan Maarif, Nasrullah, yang dipercaya mengelola dapur MBG Ekor Lubuk menuturkan, semua tenaga yang direkrut adalah relawan Badan Gizi Nasional (BGN). "Kami ingin anak-anak merasa dilayani dengan tulus. Ini bukan sekadar pekerjaan, tapi pengabdian," ucapnya.
Dalam acara peluncuran, Wako Hendri juga menyerahkan makanan secara simbolis kepada siswa SMPN 3, SDN 09 PPT, ibu hamil, dan balita. Kehangatan suasana terlihat ketika anak-anak menyantap makanan sambil tersenyum lebar.
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- TSR Pemprov Kunjungi Masjid Baitul Hikmah, Serahkan Hibah Rp50 Juta
- Jelang Lebaran, Penataan Pasar oleh Pemko Buat Pasar Pusat Kian Ramai
- Dipilih Secara Aklamasi, Maria Feronika Hendri Pimpin PMI Padang Panjang
- Tinjau Posko Lebaran dan Terminal, Gubernur Ingin Pastikan Pelayanan Berjalan Optimal
- Sidak Samsat Padang Panjang, Gubernur Mahyeldi Soroti Kualitas Komunikasi Pelayanan






