Hari Kedua, Evakuasi Warga Terisolasi di Jembatan Kembar Terus Dipercepat

Jumat, 28 November 2025, 10:55 WIB | Ragam | Kota Padang Panjang
Hari Kedua, Evakuasi Warga Terisolasi di Jembatan Kembar Terus Dipercepat
Upaya evakuasi warga yang terjebak akibat longsor di kawasan Jembatan Kembar, Silaing Bawah terus dikebut tim gabungan memasuki hari kedua, Jumat (28/11). HUMAS

PADANG PANJANG, binews.id -- Upaya evakuasi warga yang terjebak akibat longsor di kawasan Jembatan Kembar, Silaing Bawah terus dikebut tim gabungan memasuki hari kedua, Jumat (28/11). Petugas bekerja tanpa henti sejak bencana terjadi untuk memastikan seluruh warga dapat dipindahkan ke tempat aman.

Tim gabungan yang terdiri dari TNI/Polri, Brimob, Basarnas, BPBD, Satpol PP Damkar, Dinas Perhubungan, Tagana, PMI, serta relawan membangun jembatan darurat berbahan kayu dan bambu. Fasilitas darurat ini menjadi jalur utama menjemput warga yang masih terisolasi akibat akses jalan yang tertutup material longsor.

Selain itu, dua unit ambulans disiagakan di lokasi untuk membawa warga yang membutuhkan perawatan medis. Tenaga kesehatan turut disertakan untuk memastikan setiap warga yang dievakuasi mendapatkan pemeriksaan awal sebelum dipindahkan ke tempat lebih aman.

Untuk mempercepat pembersihan material longsor, empat unit alat berat dikerahkan bersama dua unit mobil pemadam kebakaran. Petugas fokus menyingkirkan batu berukuran besar dan timbunan material agar akses kendaraan segera dapat dilalui kembali.

Baca juga: Tenis UNP Menang Telak di Sejumlah Partai pada Hari Kedua LPTK Cup XXII di Medan

Wali Kota Hendri Arnis melalui Wakil Wali Kota, Allex Saputra, menyampaikan bahwa seluruh unsur terkait dikerahkan penuh. Ia menegaskan bahwa proses evakuasi dan pembukaan akses jalan menjadi prioritas utama dalam penanganan tahap awal bencana.

"Wako Hendri menginstruksikan kita untuk mengerahkan seluruh kemampuan di lapangan. Prioritas utama adalah evakuasi warga dan membuka kembali akses jalan yang tertutup," ujar Wawako Allex.

Allex juga mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan untuk tidak mendatangi lokasi bencana. Ia menekankan bahwa keberadaan warga di sekitar titik longsor dapat menghambat proses evakuasi dan membahayakan keselamatan diri sendiri.

"Kita berharap cuaca mendukung sehingga proses evakuasi berjalan lebih cepat dan pembersihan material longsor bisa segera diselesaikan. Dengan begitu, akses jalan dapat kembali dilewati," tambahnya.

Sementara itu, sejumlah warga berhasil dievakuasi melalui jalur rel kereta api maupun menyeberangi timbunan longsor dengan bantuan petugas. Mereka kemudian dibawa menggunakan ambulans ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lanjutan.

Pemko Padang Panjang berharap seluruh warga yang masih terisolasi dapat segera diselamatkan, dan proses normalisasi akses dapat selesai dalam waktu dekat. Tim gabungan akan terus bekerja 24 jam selama masa tanggap darurat. (bi/Put)

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: