LPPM UNP Finalisasi Renstra Penelitian dan Pengabdian 2025--2029, Perkuat Arah Riset Berbasis Dampak
PADANG, binews.id -- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Padang (UNP) sukses menyelenggarakan kegiatan Verifikasi Luaran Revisi Rencana Strategis (Renstra) Penelitian dan Pengabdian serta Finalisasi Panduan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut di UNP Convention Hotel, Jalan By Pass, Kota Padang.
Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis bagi UNP dalam memantapkan arah kebijakan riset dan pengabdian kepada masyarakat untuk lima tahun ke depan. Melalui proses verifikasi dan finalisasi yang komprehensif, LPPM UNP memastikan bahwa seluruh program dan luaran yang dirancang memiliki arah yang jelas, terukur, dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan pemetaan awal arah kebijakan penelitian dan pengabdian. Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap capaian program pada periode sebelumnya sebagai dasar perbaikan dan penguatan strategi ke depan.
Pada sesi ini juga dibahas penyelarasan visi riset dan pengabdian dengan transformasi UNP menuju *entrepreneurial university*. Transformasi tersebut menuntut riset dan pengabdian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki nilai tambah ekonomi dan sosial.
Memasuki hari kedua, masing-masing pusat di bawah LPPM UNP mempresentasikan peta jalan (roadmap) penelitian dan pengabdian. Presentasi tersebut mencakup skema program, target luaran unggulan, serta kontribusi strategis yang akan dicapai dalam periode Renstra 2025--2029.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif dari tim reviewer dan pimpinan LPPM. Setiap pusat didorong untuk menyusun program yang realistis, fokus, dan selaras dengan kebijakan nasional serta kebutuhan masyarakat.
Hari ketiga kegiatan difokuskan pada verifikasi akhir luaran, sinkronisasi lintas pusat, serta pematangan indikator kinerja utama. Tahapan ini bertujuan memastikan tidak terjadi tumpang tindih program serta terbangunnya kesinambungan antara riset, publikasi, hilirisasi, dan pengabdian.
Kepala LPPM UNP, Prof. Dr. Anton Komaini, S.Si., M.Pd., menegaskan bahwa Renstra Penelitian dan Pengabdian 2025--2029 harus menjadi dokumen operasional yang mampu menggerakkan perubahan nyata. Menurutnya, Renstra tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif semata.
"Renstra ini harus menjadi panduan kerja yang hidup, terukur, dan berdampak. Selama tiga hari ini, kita memastikan setiap program, skema, dan luaran memiliki arah yang jelas serta selaras dengan kebutuhan nasional dan global," ungkap Prof. Anton.
Dari aspek riset dan publikasi, Kepala Pusat Penelitian, Publikasi, dan Kekayaan Intelektual, Dr. Hendra Hidayat, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya kualitas dan konsistensi capaian akademik dosen dan peneliti UNP.
Ia menjelaskan bahwa verifikasi luaran dilakukan untuk memastikan target publikasi ilmiah, paten, dan kekayaan intelektual tidak hanya bersifat ambisius, tetapi juga realistis dan berbasis peta jalan riset yang kuat serta berkelanjutan.
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Transformasi Digital Berbuah Akreditasi A, Perpustakaan UNP Jadi Rujukan di Sumatera Barat
- UNP Terima Kunjungan Delegasi Perguruan Tinggi Guangdong, Perkuat Kerja Sama Internasional
- Ketua DPRD Sumbar Dukung Silek Tradisi Minangkabau Jadi Ekstrakurikuler Wajib Pembentuk Karakter Pelajar
- Pemprov Sumbar Resmikan Silek Tradisi Minangkabau sebagai Ekstrakurikuler Wajib di SMA/SMK/SLB
- Pemko Padang Bersama Padang TV Siarkan Program Smart Surau Selama Ramadhan



