PSM Balai Gadang Keluhkan Ketiadaan Laptop Saat Reses Iqra Chissa
PADANG, binews.id — Ketiadaan peralatan laptop masih menjadi kendala utama bagi Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, dalam menginput data calon penerima berbagai program bantuan pemerintah.
Hal tersebut terungkap dalam kegiatan reses Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Iqra Chissa, di Daerah Pemilihan (Dapil) I Kota Padang, Rabu (4/2). Kegiatan reses dipusatkan di Kantor Lurah Balai Gadang dan dihadiri berbagai unsur masyarakat.
Perwakilan PSM Balai Gadang, Opi, menyampaikan bahwa salah satu tugas PSM adalah mendata serta memfasilitasi pengajuan bantuan masyarakat, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bantuan pendidikan, dan berbagai program sosial lainnya.
"Agar proses entri data bisa berjalan cepat dan tepat, kami sangat membutuhkan laptop. Saat ini PSM di Balai Gadang belum memilikinya. Kami berharap ada perhatian dan bantuan terkait hal ini," ujar Opi kepada Iqra Chissa.
Menurutnya, tanpa dukungan perangkat yang memadai, proses pendataan menjadi lambat dan kurang optimal. Padahal, data yang akurat sangat menentukan kelancaran penyaluran bantuan kepada masyarakat yang berhak.
Selain persoalan peralatan, Opi juga berharap adanya sosialisasi rutin terkait program bantuan pemerintah di Balai Gadang. Ia menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami jenis bantuan yang tersedia maupun persyaratan yang harus dipenuhi.
"Banyak warga yang belum mengerti program bantuan apa saja yang ada dan bagaimana cara mengajukannya. Jika ada sosialisasi, tentu masyarakat akan lebih paham," katanya.
PSM Balai Gadang juga mengusulkan bantuan berupa seragam kerja serta dukungan dana transportasi bagi lima orang PSM yang bertugas di kelurahan tersebut. Hal ini dinilai penting untuk menunjang aktivitas survei lapangan.
Menurut Opi, jarak antar lokasi pendataan cukup jauh sehingga membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit. Tanpa dukungan transportasi, tugas pendampingan masyarakat menjadi lebih berat.
Kegiatan reses tersebut turut dihadiri lurah, ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta pemuda setempat. Selain persoalan PSM, masyarakat juga menyampaikan aspirasi di sektor pertanian, pendidikan, dan ekonomi.
Di sektor pertanian, warga mengusulkan pembangunan jalan usaha tani guna mempermudah akses ke lahan pertanian. Sementara di sektor pendidikan, masyarakat meminta penambahan sekolah, khususnya tingkat SMP, seiring meningkatnya jumlah penduduk di Balai Gadang.
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Gubernur Sumbar Hadiri Paripurna DPRD, Tekankan Sinergi dan Agenda Strategis Masa Sidang Ketiga
- DPRD Sumbar Serahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Soroti Keuangan Daerah dan Sektor Strategis
- Ketua DPRD Sumbar Muhidi: Otonomi Daerah Harus Hadirkan Kesejahteraan Nyata bagi Masyarakat
- DPRD Sumbar Kawal RKPD 2027 di Tengah Tekanan Anggaran dan Beban Pascabencana
- DPRD Sumbar Soroti Isu LGBT, Tekankan Penguatan Nilai Adat dan Regulasi






