Buka Pelatihan Konten Digital di Bukittinggi, Mahyeldi Dorong Pemuda Sumbar Jadi Kreator Inovatif
"Menetapkan 50 peserta ini tidak mudah. Yang lolos memang istimewa," ujar Zulkanedi.
Ia mengungkapkan, awalnya panitia membatasi usia maksimal peserta 30 tahun sesuai kategori kepemudaan. Namun dalam prosesnya, sejumlah peserta di atas usia tersebut tetap diakomodasi karena pertimbangan tertentu, termasuk guru pendamping dan pelaku komunitas digital.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar, Mahdianur, mengatakan kegiatan itu merupakan langkah pemerintah menyiapkan generasi muda menghadapi transformasi digital, khususnya di bidang produksi konten video.
Menurutnya, program tersebut dirancang agar pemuda tidak hanya menjadi konsumen media digital, tetapi mampu menjadi kreator konten yang produktif dan bernilai ekonomi.
"Kami ingin pemuda Sumbar menjadi produser konten yang positif, kreatif, dan punya nilai manfaat bagi masyarakat," katanya.
Mahdianur menegaskan, pengembangan kreativitas digital tetap harus berlandaskan nilai budaya Minangkabau dan norma agama.
Halaman:
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Tinjau Pasar Ateh Bukittinggi saat Puncak Libur Lebaran, Mahyeldi Ansharullah Tekankan Hospitality dan Kebersihan Kawasan Wisata
- Akademi Jago Bangunan, PT Semen Padang Perkuat Kompetensi Tukang di Agam dan Bukittinggi
- Tak Sekadar Safari, Wagub Vasko Dekatkan Pejabat ke Masyarakat di Masjid Al Ishlah
- Bukittinggi Berpeluang Jadi Daerah Istimewa, Gubernur Sumbar Minta Kajian Mendalam
- Ombudsman RI dan UIN Bukittinggi Tandatangani MoU Perkuat Pengawasan Pelayanan Publik






