MESKI PANDEMI MELANDAI Harus Ada Early Warning System Bencana Pandemi
Manajemen bencana kata Andani seperti alur penanganan pandemi, siapa penanggung jawab utama juga harus dipastikan jelas. "Kalau soal pandemi ya leading harus institusi kesehatan dengan melibatkan full TNI/Polri. Pemberdayaan masyarakat harus didorong lebih ke depan. Pada pandemi Covid 19 terlihat kontribusi besar TNI/POLRI. Tracing, pengawasan tempat isolasi dan bahkan sekarang ini vaksin lebih banyak dilakukan oleh TNI/POLRI. Bagaimana peran pimpinan daerah? Ada yang serius, ada yang asyik untuk pencitraan, ada yang masih bingung mau apa, ada yang acuh tak acuh, bahkan kadang-kadang kita bisa melihat komentar yang kontraproduktif, seperti silahkan berkumpul, Covid-19 tidak ada, untuk apa testing banyak-banyak, isolasi Covid-19 positif di rumah saja dan banyak lagi lainnya," ujar Andani tersenyum.
Pada akhirnya, Andani menegaskan harus ada early warning system bencana pandemi. "Harus ada kesiapan. Karena pandemi menurut saya adalah bisa saja proses alamiah namun bisa juga rekayasa. Rekayasa melalui proses molekular engineering, di mana modifikasi dilakukan pada DNA atau RNA virus, yang awalnya hanya pada hewan, namun tiba-tiba bisa pada manusia dan bahkan dapat menularkan antar manusia. Rekayasa ini tidak sama dengan yang dianggap masyarakat selama ini, yang menyatakan bahwa pandemi itu tidak, tidak ada Covid 19. COVID-19 jelas ada, korbannya sangat banyak, saat ini lebih dari 5 juta orang. Ini bukan jumlah sedikit untuk era modern. Hampir sepadan dengan flu spanyol tahun 2018-2019 yang merenggut nyawa 50-100 juta orang," beber Andani.
Pada akhirnya, kata Andani Eka Putra kembali kepada semua, COVID 19 mungkin tidak akan pernah hilang, tapi bergeser dari Pandemi ke endemi biasa. "Namun virus-virus atau patogen yang lain bisa saja muncul lagi, mau bagaimana kita.. apa upaya kita menyelamatkan generasi mendatang, itu tugas yang harus kita rancang," ujar Andani Eka Putra.(*/mel)
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Wako Fadly Amran: Pengembangan RSUP Dr. M. Djamil Sejalan dengan Visi Kota Padang
- Wako Fadly Amran ikut Sambut Tim Penilai RSUP Dr M Djamil dari Bappenas
- Padang Rancak Award 2026 Kembali Digelar, Dicari RT Terbersih dan Terindah
- Sinergi Kemanusiaan di HUT ke-116, Donor Darah Semen Padang Berhasil Kumpulkan 369 Kantong Darah
- Perkuat Komitmen Cegah Narkoba Masa Angleb, KAI Divre II Sumbar Bersama BNN Sumbar Laksanakan Random Check P4GN






