Dari Gathering Semen Padang-Media, Desi Anwar: Segera Berimigrasi ke Digital!

Rabu, 01 Desember 2021, 09:01 WIB | Ragam | Kota Padang
Dari Gathering Semen Padang-Media, Desi Anwar: Segera Berimigrasi ke Digital!
PT Semen Padang menggelar media gathering (spesial event bersama media) virtual melalui aplikasi zoom bersama ratusan wartawan dari berbagai media cetak, online dan elektonik di Sumbar, dengan tema "Strategi Media Menghadapi Digitalisasi", Selasa (30/11/2021). IST
IKLAN GUBERNUR

Hal itu bisa terjadi, karena masyarakat sudah terbiasa dengan berita, sehingga upaya untuk melarang pemberitaan seperti penembakan mahasiswa, penjarahan yang akhirnya bermuara pada reformasi dan unjuk rasa terus menerus dilakukan, membuat orde baru terpaksa berakhir, dan Presiden Soeharto mundur dari jabatannya juga disiarkan di seluruh televisi.

"Pada sekejap mata, reformasi di Indonesia kran demokrasi pun dibuka. Dengan demokrasi ini, pers berbas-bebas sebebasnya, dan di sinilah dimulai perjalanan pers yang terbuka dan demokratis di Indonesia. Kebebasan berkespresi dan kebebasan bersuara," ujarnya.

Dengan adanya demokrasi, masyarakat Indonesia haus terhadap politik, karena politik di zaman era orde baru tidak ada, hanya satu partai yang berkuasa, yaitu Golkar. Sedangkan partai lain hanya sebagai penggembira. Awal demokrasi, semua orang pun ingin berpolitik, semua orang ingin mendapatkan informasi berita.

Kemudian, lahirlah Metro TV, yaitu TV berita pertama. TV ini dibangun untuk merespons keinginan masyarakat terhadap hal-hal yang sifatnya berita dan kebanyakan berita itu sifatnya politik. Bahkan lebih dari 70 persen, programnya berita.

"Metro TV pun menjadi sebuah media yang tujuannya juga mengedukasi masyarakat tentang bagaimana kita berdemokrasi, karena peran Metro TV sebagai media, luar biasa penting untuk mengedukasi masyarakat berdemokrasi," ujarnya.

Di era digital saat ini, media pers dituntut untuk berimigrasi ke digital, apalagi jumlah pengguna android yang bisa mengakses internet melebihi populasi Indonesia. Bahkan dari data Daily Time Spent, dalam sehari sekitar 202,6 juta internet user di Indonesia.

Kemudian dalam sehari, yang mengakses internet mencapai 8 jam 52 menit/hari. Waktu hampir 9 jam itu dimanfaatkan masyarakat untuk mengakses berbagai platform-platform, termasuk platform berita dari berbagai media dari gadget. Bahkan, pengguna gadget usia 13 tahun ke atas penggunanya mencapai 77,5 persen dan usia 18 tahun ke atas 69,1 persen.

"Artinya, mau tidak mau media pers harus memiliki aplikasi, dan pers harus bisa melakukan live streaming. Kalau tidak, media pers akan kehilangan orang-orang yang menggunakan gadget yang jumlahanya lebih dari 200 juta di Indonesia. Jadi, media pers harus berimigrasi, harus menyediakan konten yang menarik dan disukai oleh user internet. Inilah yang menjadi tantangan media pers saat ini," kata Desi pada Media Gathering dengan Host, Andayani Joseph dari Classy Corp.

Usai pemaparan dari Desi Anwar, dilanjutkan sharing dengan narasumber media lokal. CEO Padek M. Nazir Fahmi pada kesempatan itu mengangkat materi tentang "Strategi Media Era Digital", kemudian CEO Info Sumbar Vembi Fernando mengusung tema "Grab The Opportunity in Digitalization Era. Ditutup dengan presentasi Pemred Langgam.id, Hendra Makmur," Tantangan Media di Era Digital."

Komisaris PT Semen Padang yang juga wartawan senior, Khairul Jasmi di akhir acara menegaskan bahwa sehebat-hebat teori dalam jurnalistik yang penting adalah wartawan dan kesehatan perusahaan. "Yang perlu dilakukan adalah menjadikan pribadi-pribadi wartawan itu wartawan hebat. Kalau media hebat, wartawan hebat sama saja. Kalau wartawan hebat tentu medianya akan terbawa hebat," katanya seraya mengingatkan keterampilan jurnalistik harus diasah setiap hari.

Kegiatan media gathering PT Semen Padang 2021 juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize berhadiah 1 unit smartphone, 2 unit sepeda, serta voucher belanja ratusan ribu rupiah.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: