LaNyalla: Pemerintah Harus Bantu UMKM Berinovasi
JAKARTA, binews.id --Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai pengembangan UMKM belum berjalan maksimal. Menurutnya, pemerintah harus membantu UMKM dengan menumbuhkan inovasi.
Menurut LaNyalla, koperasi pun punya peran yang tidak kalah penting untuk membantu UMKM.
"Pemanfaatan koperasi untuk mengembangkan UMKM belum maksimal dilakukan. Hal ini perlu didorong oleh pemerintah agar pertumbuhan usaha mikro diimbangi dengan pertumbuhan koperasi," tuturnya, Minggu (9/1/2021).
Satu hal yang paling disorot oleh LaNyalla adalah masalah pembiayaan. Menurutnya, kelemahan yang paling menonjol pada pengembangan UMKM adalah minimnya pembiayaan.
Baca juga: Asisten II Didi Aryadi: Tak Ada Libur, Pelayanan Tetap Jalan Usai Lebaran
"Minimnya pembiayaan UMKM sangat berdampak pada kurang optimalnya pengembangan usaha. Sehingga konsentrasi pelaku UMKM mencari kemudahan pendanaan untuk mempertahankan eksistensi usaha," katanya.
Senator asal Jawa Timur ini menambahkan, pengembangan inovasi produk dapat dilakukan dengan memaksimalkan sumber daya yang tersedia. Dan tersebut harus didukung dengan pembiayaan.
"Permasalahan ini perlu direspons dengan langkah-langkah yang konkret. Agar pelaku
usaha UMKM berkonsentrasi pada inovasi produk yang berbasis pada sumber-sumber yang tersedia. Sehingga, UMKM mengangkat sumber daya alam yang ada dan menjadi khas produk daerah," jelasnya.
Baca juga: SPIE Award 2025: Semen Padang Perkuat Budaya Inovasi, Potensi Benefit Rp17,9 M
LaNyalla juga meminta pemerintah lebih gencar melakukan terobosan-terobosan.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Nevi Zuairina Dukung Rekrutmen 30 Ribu Tenaga Kopdes Merah Putih, Dorong Jadi Motor Ekonomi Desa Berkelanjutan
- Inisiatif Reformasi Pasar Modal Indonesia Mendapat Pengakuan Dalam Asesmen MSCI
- Wawako Padang Maigus Nasir Ikuti Pembukaan Banda Aceh Experience City Expo 2026
- Gula Rafinasi Masuk Pasar Konsumsi, Nevi Zuairina Tegaskan Perlunya Pembenahan Tata Niaga Nasional
- Nevi Zuairina Soroti Dampak Konflik Global terhadap Industri Plastik Nasional






