UNP Wisuda 1.254 Lulusan, Rektor Paparkan Berbagai Capaian

Minggu, 03 Juli 2022, 20:35 WIB | Pendidikan | Kota Padang
UNP Wisuda 1.254 Lulusan, Rektor Paparkan Berbagai Capaian
Upacara Wisuda Universitas Negeri Padang dalam rangka Wisuda Ke-127 Periode Juni 2022, diselenggarakan secara Luring dan Daring dengan masih menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 Minggu (3/7) merupakan kegiatan wisuda kedua yang digelar UNP di tahun 2022, yang digelar dalam satu hari. IST/HUMAS
IKLAN GUBERNUR

PADANG, binews.id — Upacara Wisuda Universitas Negeri Padang dalam rangka Wisuda Ke-127 Periode Juni 2022, diselenggarakan secara Luring dan Daring dengan masih menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 Minggu (3/7) merupakan kegiatan wisuda kedua yang digelar UNP di tahun 2022, yang digelar dalam satu hari.

Pada periode ini, Universitas Negeri Padang mewisuda sebanyak 1.254 orang lulusan, dengan rincian Diploma 3, sebanyak 62 orang. Program S1 dan D4 Kependidikan sebanyak 705 orang, S1 dan D4 Non Kependidikan 365 orang, dan tamatan Magister 113 orang, serta tamatan Program Doktor sebanyak 9 orang.

Pada wisuda ini juga hadir untuk memberikan sambutan Gubernur Provinsi Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P. dan Dr. Ir. Hasto Kristiyanto, M.M. Doktor lulusan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) memberikan orasi ilmiahnya Berjudul "Urgensi Pemikiran Geopolitik Sukarno untuk Ketahanan Nasional".

Sedangkan Rektor UNP Prof. Ganefri, Ph. D menyampaikan Pidato Wisuda berjudul "Kontribusi Lembaga Pendidikan untuk Ketahanan Nasional Menyambut Indonesia Emas Tahun 2045". Dalam paparan Rektor UNP Prof. Ganefri, Ph.D, mengatakan "Pendidikan tinggi berperan penting dalam menyiapkan, era emas generasi muda intelektual melalui pembelajaran bermutu dan berlandaskan pada nilai-nilai luhur bangsa.

Baca juga: Suasana Haru dan Rinai Tandai Pamit Sutan Riska dan Isteri kepada ASN Dharmasraya

Dalam hal ini, pendidikan mengambil peran dalam proses penanaman nilai-nilai ketahanan nasional melalui tiga tahap, yaitu tahap transformasi nilai yang berakar pada materi dan komunikasi pendidik, dalam menanamkan pemahaman mengenai karakter bangsa. Tahap transaksi nilai yang melibatkan interaksi dua arah antara pendidik dan peserta didik dengan pelibatan aspek fisik-psikis, dan tahap internalisasi nilai yang melibatkan penanaman nilai nasionalisme secara mendalam ke dalam kepribadian peserta didik.

Dengan upaya tersebut, maka ketahanan nasional yang dikonsepsikan sebagai situasi bangsa yang mampu mengatasi berbagai kesulitan, serta tantangan dari dalam dan luar, dimana dapat mempengaruhi keberlangsungan segenap kehidupan bangsa tersebut, akan dapat terwujud dengan optimal".

Ditambahkan "Para wisudawan yang merupakan generasi muda dan pemimpin masa depan harus meningkatkan kewaspadaan dan ketahanan nasional. Kewaspadaan dan kepekaan tersebut tidak serta merta datang tanpa adanya upaya sistematis melalui proses transformasi nilai-nilai bangsa dalam pendidikan. Ketahanan nasional tersebut menjadi prinsip dan kebutuhan berkelanjutan yang hendaknya diresapi oleh setiap komponen bangsa dan negara.

Sebagai generasi muda intelektual, sudah selayaknya para wisudawan yang telah menempuh pendidikan tinggi, ikut serta dalam proses transformasi nilai ini sehingga memperkuat ketahanan dan kekuatan bangsa, dan mampu menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan campur tangan dari berbagai sumber eksternal maupun internal.

Baca juga: Bupati Dharmasraya Sutan Riska tuanku kerajaan Hadiri Malam Resepsi Hari Jadi Kabupaten Sijunjung Ke-70

Sesuai dengan pandangan Bung Karno, bahwa ketahanan suatu bangsa haruslah dipupuk dari tiga hal, yaitu ketahanan politik (politieke weerbaarheid), ketahanan ekonomi (economische weerbaarheid), dan ketahanan militer (militair weerbaarheid). Ketiga hal tersebut hendaklah diinternalisasi secara mendalam, terutama pada proses pendidikan, baik pada jenjang dasar hingga pendidikan tinggi.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: