Pembentukan Holding Subholding PT PLN
Nevi Zuairina Minta Pemerintah Mendengar Berbagai Masukan dan Aspirasi

JAKARTA, binews.id -- Anggota Komisi VI DPR Fraksi PKS Nevi Zuairina menanggapi rencana Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membentuk Holding Subholding PT PLN (Persero) agar mendengar dan mengevaluasi berbagai masukan agar tujuan besarnya dapat terealisasi.
Pembentukan holding ini mesti mampu mengakselerasi inovasi bisnis di luar kelistrikan atau Beyond kWh yang bakal menjadi sumber pendapatan baru bagi PLN sehingga selain memenuhi kebutuhan masyarakat, dapat sekaligus memberi kontribusi terhadap penerimaan negara.
"Saya di komisi VI juga mendapat aspirasi terkait pembentukan holding PLN ini terutama dari serikat pekerja. Dan kementerian ESDM pun juga memberi masukan. Intinya semua masukan mesti ditangkap pihak BUMN terutama PLN agar dalam melangkah lebih jauh dapat mengantisipasi berbagai hal termasuk menjamin efisiensi dan meningkatkan kecepatan dalam menentukan keputusan yang berdampak pada penghematan APBN," tutur Nevi yang juga legislator Sumatera Barat II ini.
Nevi yang juga anggota Banggar DPR ini mengutarakan, bahwa holdingisasi di PLN ini harus berdasarkan peraturan perundang-undangan yang ada. Mengacu pada UU Ketenagalistrikan, UU BUMN dan peraturan perundangan lainnya yang terkait. Untuk itu, Proses holdingisasi PLN harus mewadahi stakeholder terkait yang terpengaruh akibat kebijakan ini.
Baca juga: Hj. Nevi Zuairina Dorong BUMN Energi Percepat Pengembangan Baterai EV dan Optimalisasi Limbah
Nevi mengingatkan, utang PLN saat ini sudah mencapai lebih kurang 500 triliun rupiah. Disamping serikat pekerja PLN didukung organisasi dunia (Public Services International, the global union of workers in public services) melakukan penolakan terhadap holdingisasi bila tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang ada dan bila terjadinya swastanisasi akan menimbulkan kerugian di masyarakat.
"Saya berharap, semua tindakan BUMN terutama PLN dalam melakukan holdingisasi mampu memberikan harga yang terjangkau bagi masyarakat kalangan bawah. Sehingga mereka mendapatkan haknya untuk memperoleh listrik untuk kebutuhannya dengan biaya terjangkau. Pemerintah dalam hal ini BUMN mesti mendengar semua masukan dan menganalisanya sehingga di masa yang akan datang, tidak ada persoalan yang timbul dari dampak pengambilan langkah besar perusahaan negara ini," tutup Nevi Zuairina. (*/bi)
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Kecelakaan Tunggal, Pimpinan PT NWR Sampaikan Duka Cita Atas Wafatnya 15 Karyawan PT ERB
- Ikuti Retreat, Wako Fadly Amran: Momentum Saling Mengenal
- Gubernur dan Wagub Sumbar Terpilih Kompak Berpakaian Putih Saat Mengikuti Gladi Kotor di Monas
- Ketahanan Pangan di Bantul: Kapolri Dorong Swasembada Jagung Nasional
- PT Semen Padang dan KSOP Kelas I Dumai Jalin Kerjasama Terkait Terminal Khusus