BPBD Padang Siapkan Mitigasi Bencana Berbasis Syariah, Seperti Apa?

PADANG, binews.id --Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang akan menyiapkan mitigasi bencana berbasis syariah disamping mitigasi bencana secara ilmiah.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Endrizal, menyebutkan, mitigasi bencana syariah pada hakikatnya mitigasi melibatkan potensi lokal. "Salah satunya perlu mengiringi dengan kekuatan iman melalui zikir, doa dan pembacaan asmaul husna dengan ini kita harapkan, gempa akan jauh dari kita," ujarnya.
Endrizal menjelaskan, mitigasi bencana syariah dilakukan berupa imbauan kepada masyarakat guna memperbanyak zikir, berdoa dan membaca asmaul husna.
Selanjutnya, memberantas tempat-tempat yang rawan terjadi maksiat yang ada di Kota Padang. Ia juga menyampaikan dengan kembali menggerakkan rumah ibadah menjadi sentral mitigasi bencana.
Baca juga: Orasi Ilmiah di Wisuda UNP ke-126, Rokhmin Dahuri : Alumni PT Berkontribusi Wujudkan Indonesia Emas
"Seandainya masjid menjadi sentral mitigasi bencana, biaya operasional terkait itu tidak ada. Setidaknya ada kegiatan satu kali sebulan, maka bisa disosialisasikan kepada msayarakat di dekat musala dan masjid," ujarnya.
Akhirnya tujuan ini tercapai, rumah ibadah akan menjadi shelter dan tempat evakuasi sementara. Namun tentu saja mitigasi bencana harus melibatkan semua stakeholder.
"Sejak lima bulan terakhir kita melibatkan semua orang. Salah satunya kelompok siaga tsunami (kogami), (kelompok siaga bencana (KSB), MUI. Semua potensi organisasi kita libatkan agar berjalan sesuai harapan," tuturnya.
Ia juga menyampaikan berkat memanfaatkan semua potensi telah terbentuk Tsunami ready community yaitu komunitas masyarakat yang siap menghadapi tsunami.
Baca juga: Asisten Perekonomian dan Pembangunan Asahan Serahkan Plakat kepada Ketua PD Al Jam'iyatul Washliyah
"Dua kelurahan yaitu Purus dan Lolong Belanti sudah siap menghadapi itu. Kita sudah sosialisasikan dan menyiapkan 12 indikator tsunami ready community," katanya.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Mobil Mogok di Rel Tunggul Hitam Tertemper KA Minangkabau Ekspres
- PT Semen Padang Kirim TRC dan Bantuan untuk Korban Banjir Sumpur Kudus Sijunjung
- Pemko Padang dan Basarnas Gelar Latihan Gabungan Terbesar di Sumatera
- Latihan Gabungan Bersama Basarnas, Tingkatkan Kesiapsiagaan Megathrust di Padang
- Hendri Septa Terbukti Responsif Terhadap Upaya Pengurangan Risiko Bencana