Kasus Perundungan Makin Marak di Sekolah, Pakar Pendidikan UNP Dr. Fitri Arsih; Bisa Dicegah, Begini Caranya...

Jumat, 29 September 2023, 13:27 WIB | Pendidikan | Kota Padang
Kasus Perundungan Makin Marak di Sekolah, Pakar Pendidikan UNP Dr. Fitri Arsih; Bisa...
Pakar pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP), Dr. Fitri Arsih. IST
IKLAN GUBERNUR

PADANG, binews.id -- Maraknya kasus perundungan di tingkat satuan pendidikan menjadi sorotan tajam berbagai pihak. Banyak yang menyesalkan kondisi ini masih terus saja berulang, sehingga dibutuhkan cara untuk menimalisir atau bahkan mencegah kejadian ini tak berulang.

Pakar pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP), Dr. Fitri Arsih, menjelaskan, perundungan bisa tercegah, jika sekolah berperan aktif dalam menggalakan kampanye anti perundungan. Selain itu, menurutnya, sekolah bisa melakukan pengawasan yang di mulai ditingkat guru untuk melihat langsung pola-pola interaksi sosial yang di lakukan oleh siswa.

"Sekolah harus menggandeng orang tua untuk bisa mengkampanyekan anti perundungan di sekolah. Dengan menandatangani komitmen bersama yang melibatkan orang tua, pemuka masyarakat dapat mencegah perundungan tersebut," tegasnya kepada media Jumat (29/9) di Padang.

Fitri Arsih menambahkan, minimnya kontrol terhadap pemakaian media sosial oleh siswa di sekolah menyebabkan perundungan yang terjadi viral di media sosial.

Baca juga: Pemprov Sumbar Siapkan Bus bagi Bupati/Wali Kota Beserta Wakil Menuju Bandara Yogya Usai Retret di Magelang

"Kita lihat sendiri di berbagai tayangan di media sosial. Aksi perundungan atau bullying semakin menjadi ketika pelaku memviralkan aksi tersebut ke dunia maya. Apalagi, penegakan hukum terhadap pelaku begitu lemahnya, sehingga tidak memberikan kenyamanan kepada korban setelah mendapatkan perundungan," ungkapnya.

Istilah perundungan atau bullying diperkenalkan seorang ahli fisika bernama Heinemann di sebuah sekolah di Swedia. Menurut para ahli pengertian bullying adalah suatu perilaku agresif yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman kepada korbannya karena diberikan secara berulang dan dalam jangka waktu lama.

Perundungan sendiri merupakan perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, ataupun sosial di dunia nyata maupun dunia maya yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok. (bi/rel/edg)

Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: