Subuh Mubarak Universitas Negeri Padang: Hukum Islam di Indonesia
Atas nama pimpinan Universitas Negeri Padang mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pimpinan Fakultas Bahasa dan Seni atas kehadiran mahasiswa dan sivitas akademika yang cukup banyak dan untuk masa datang dapat dipertahankan dan jika perlu ditingkatkan untuk Subuh Mubarak selanjutnya.
Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Padang yang diwakili oleh Wakil Rektor I Dr. Refnaldi, M.Litt. dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan secara luring pada Jumat (13/10) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang dan secara daring melalui zoom meeting. Kegiatan Subuh Mubarak pada Jumat pagi ini diselenggarakan oleh Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.
Pada kesempatan itu Wakil Rektor I Dr. Refnaldi, M.Litt. menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ustaz Drs. Najamuddin, S.H., M.H. yang merupakan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama, Padang. Kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan setiap Jumat pagi dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Kepala Biro, Kepala UPT, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Departemen, Koordinator Program Studi, dosen, tenaga kependidikan dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.
Ustaz Drs. Najamuddin, S.H., M.H.dalam ceramahnya dengan topik "Hukum Islam di Indonesia antara Harapan dan Kenyataan" menyampaikan bahwa bagaimana kondisi implementasi hukum Islam di Indonesia dapat dinyatakan yakni sebagian Hukum Islam sudah diimplementasikan.
Baca juga: Prabowo Klaim Bela Buruh, Sebut Negara Ambil Alih Jika Pengusaha Menyerah
Pada kesempatan itu Ustaz Drs. Najamuddin, S.H., M.H. menyampaikan bahwa di Indonesia diakui kita harus berada dalam kondisi persamaan di dalam hukum sebagai asas ekualitas.
"Penerapan asas ekualitas di dalam hukum ternyata belum memberikan keadilan. Pada masa khalifah Umar Bin Khatab juga telah menerapkan asas ekuantitas di dalam hukum," jelas Ustaz Drs. Najamuddin, S.H., M.H.
Lebih lanjut kata Ustaz Drs. Najamuddin, S.H., M.H., berbagai keadilan seperti keadilan yang tampak nyata yakni keadilan yang dapat ditangkap oleh indra serta ada pula keadilan rasa yakni keadilan yang tidak dapat ditangkap oleh indra tetapi dapat dirasakan sebagai rasa keadilan.
"Rasa keadilan sangat penting bagi masyarakat pencari keadilan. Berbagi sama belum tentu sebagai sesuatu keadilan. Hal yang sangat penting adalah bagaimana rasa keadilan dapat dirasakan oleh masyarakat," jelas Ustaz Drs. Najamuddin, S.H., M.H.
Baca juga: Kabid Humas Polda Sumbar Beri Apresiasi pada Peringatan Hari Buruh Internasional 2026
Kata Ustaz Drs. Najamuddin, S.H., M.H. lagi dalam hukum Islam keadilan yang sesungguhnya adalah keadilan dalam rasa yang harus dirasakan oleh masyarakat.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Wako Fadly Amran Resmikan Toilet Baru di 6 SD dan SMP
- Langkah Wako Fadly Amran: Dari Enam ke Enam Puluh Buku untuk Literasi Kota Padang
- Bikin Bangga! 3 Siswa SMK Semen Padang Borong Juara LKS 2026
- Tanamkan Budaya Selamat Sejak Dini, KAI Divre II Sumbar Gelar Edukasi Sapa Sekolah di SDN 04 Gaung
- Wako Fadly Amran Hadiri 2026 Intense Programs Taiwan--Indonesia International Industrial Talent Education






