Istri Meninggal, Anak Diisolasi, Ade Kurniawan Berharap Bantuan Proses Kepulangan dari Rantau

Sabtu, 13 Juni 2020, 16:45 WIB | Kesehatan | Nasional
Istri Meninggal, Anak Diisolasi, Ade Kurniawan Berharap Bantuan Proses Kepulangan dari...
Seorang perantau Minang, Ade Kurniawan (30), asal Jorong Tanjuang Simantupang Nagari Situjuah Gadang Kecamatan Situjuah Limo Nagari Kabupaten Limapuluh Kota sedang membutuhkan uluran tangan di Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah.
IKLAN GUBERNUR

LIMAPULUH KOTA, binews.id -- Seorang perantau Minang, Ade Kurniawan (30), asal Jorong Tanjuang Simantupang Nagari Situjuah Gadang Kecamatan Situjuah Limo Nagari Kabupaten Limapuluh Kota sedang membutuhkan uluran tangan di Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah.

Istrinya baru saja meninggal dunia pada pertengahan Mei lalu. Sang istri merupakan warga Limapuluh Kota dan dimakam di sana. Sementara saat ini sang anak sedang menjalani isolasi mandiri dengan ditemani mertua di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit.

Awalnya, Ade, yang sudah berhenti dari pekerjaan sebagai karyawan di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit, ingin pulang kampung bersama sang anak dan mertuanya untuk memulai kehidupan baru.

Mereka rencananya berangkat kemarin sore dari Bandara H. Asan Sampit menuju Padang menggunakan maskapai penerbangan Sriwijaya Air dengan transit terlebih dahulu di Jakarta.

Baca juga: Ini Karantina dan Isolasi Menurut CDC

Tetapi, apa daya, ketika petugas Bandara H Asan Sampit melakukan pemeriksaan, ternyata suhu tubuh anaknya tinggi. Dan, anaknya pun harus menjalani isolasi mandiri. Rencana pulang kampung Ade pun jadi batal.

"Saya niatnya ingin pulang kampung dari Sampit bersama anak dan mertua, kemarin jam empat sore. Saya sudah resign di sini. Tapi, sewaktu di bandara, ada pengecekan suhu tubuh. Ternyata suhu anak saya tinggi, 38,3 derajat celsius. Kami tidak diizinkan berangkat," ujarnya kepada covesia.com, Sabtu (13/6/2020).

Ade sebenarnya menolak pembatalan keberangkatan itu. Sebab, dia, anak, dan mertuanya sudah mengantongi surat keterangan telah melakukan rapid test dengan hasil negatif Covid-19.

Namun, kata Ade, pihak bandara tetap tidak mengizinkan karena suhu tubuh anaknya tinggi. Sebagaimana diketahui, suhu tubuh tinggi lewat 37 derajat celsius merupakan salah satu gejala seseorang terinfeksi virus corona.

Baca juga: Satgas Penanganan Covid-19 Nasional Rencanakan Tempat Isolasi Terapung di Kota Padang

Pihak bandara lalu menghubungi pihak gugus tugas penanganan Covid-19 setempat. Setelah konsultasi dengan dokter anak di rumah sakit, diputuskan bahwa sang anak harus isolasi mandiri.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: