Gubernur Mahyeldi: Ketahanan Pangan Butuh Aksi Nyata, Bukan Sekadar Wacana
Mahyeldi menambahkan, perlu juga dilakukan pemantauan harga dan stok pangan secara real-time supaya gejolak pasar bisa segera diantisipasi.
Tak kalah penting, kata Gubernur, adalah membangun kolaborasi dengan sektor swasta dan akademisi untuk menciptakan inovasi pangan lokal yang punya nilai tambah dan daya saing.
"Jangan sampai kita kaya sumber daya, tapi masih bergantung pada pasokan dari luar. Kedaulatan pangan harus dimulai dari Nagari," ujar Mahyeldi menutup arahannya.
Baca juga: Rahmat Saleh Sebut Santri Bukan Sekadar Identitas, tapi Penjaga Peradaban
Rapat ini ditutup dengan komitmen bersama untuk melakukan evaluasi secara berkala dan melaporkan perkembangan dari masing-masing daerah. Harapannya, dengan sinergi dan pengawasan yang konsisten, Sumatera Barat bisa menjadi provinsi yang tangguh dan mandiri dalam urusan pangan. ( Aidil/adpsb)
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Lepas Jemaah Kloter 07, Kemenag Sumbar Tegaskan Dukungan Penuh Penyelenggaraan Haji 2026
- Kehadiran Wako Fadly Amran Warnai Raker IKTD Sumbar
- Kunjungan Menteri Pariwisata ke Sumbar, Dorong Pengembangan Mentawai hingga Wisata Gastronomi
- Hari Otonomi Daerah Provinsi, Mahyeldi Tekankan Daerah Harus Inovatif dan Mandiri
- Ditjen Dukcapil Kemendagri tunjuk Kota Padang jadi Pilot Project Program Digitalisasi Bansos






