Cegah Munculnya Kelompok Miskin Baru Pascabencana, Pemko Padang Dorong Percepatan Bantuan Modal dan Perbaikan Irigasi
Mengingat jembatan darurat (Bailey) sulit dipasang karena bentang sungai yang lebar, Maigus Nasir meminta perhatian khusus dari pusat terkait solusi teknis jembatan permanen agar isolasi ekonomi di beberapa titik dapat segera teratasi.
Sementara terkait kondisi serta progres pemulihan pascabencana di bidang pendidikan, Maigus Nasir menjelaskan bahwa satu gedung Sekolah Dasar, yakni SD 49 Koto Tangah, hanyut total akibat bencana sehingga proses belajar mengajar sementara dilaksanakan dengan menumpang di gedung Puskesmas Pembantu.
Baca juga: Pemko Sawahlunto Tanggap Bantu Pencatatan Kartu Identitas Korban Kebakaran di Santur
Selain itu, akses menuju SMP 44 masih terhambat. Di bidang pendidikan agama, terdapat dua madrasah atau pesantren yang terdampak, dengan satu gedung mengalami kerusakan hingga 80 persen dan satu lainnya kehilangan beberapa ruang kelas, meskipun aktivitas belajar mengajar masih tetap berjalan.
Sementara itu, pada sektor infrastruktur transportasi, tercatat sembilan jembatan terdampak bencana. Pemasangan jembatan Bailey belum memungkinkan karena bentang jembatan yang terlalu panjang. Selain itu, dua titik ruas jalan kota dilaporkan putus. Maigus Nasir menambahkan bahwa kerusakan infrastruktur mayoritas terjadi pada jalan kota, sedangkan jalan nasional masih dapat dilewati tanpa kendala berarti dan jalan provinsi dalam kondisi aman. (bi/rel/mel)
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Lepas Jemaah Kloter 07, Kemenag Sumbar Tegaskan Dukungan Penuh Penyelenggaraan Haji 2026
- Kehadiran Wako Fadly Amran Warnai Raker IKTD Sumbar
- Kunjungan Menteri Pariwisata ke Sumbar, Dorong Pengembangan Mentawai hingga Wisata Gastronomi
- Hari Otonomi Daerah Provinsi, Mahyeldi Tekankan Daerah Harus Inovatif dan Mandiri
- Ditjen Dukcapil Kemendagri tunjuk Kota Padang jadi Pilot Project Program Digitalisasi Bansos






