Kandungan Bakteri Tinggi, Wagub Sumbar Vasko Larang Masyarakat Konsumsi Air dari Sinkhole Limapuluh Kota

Senin, 12 Januari 2026, 11:45 WIB | Pemerintahan | Provinsi Sumatera Barat
Kandungan Bakteri Tinggi, Wagub Sumbar Vasko Larang Masyarakat Konsumsi Air dari Sinkhole...
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy Saat meninjau langsung lokasi sinkhole pada Minggu (11/1/2026), mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi air yang menggenang di dalam lubang tersebut. adpsb
IKLAN BANK INDONESIA KAS KELILING

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan cepat, secara kimia kandungan total zat terlarut (TDS) dan unsur besi (Fe) masih berada dalam ambang batas aman. Namun, tingginya kandungan bakteri Escherichia coli (E. coli) menjadi faktor utama yang menyebabkan air tersebut tidak layak dikonsumsi tanpa pengolahan. Jika terpaksa digunakan, air harus dimasak terlebih dahulu.

Kajian lanjutan saat ini masih dilakukan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar bersama Badan Geologi. Hasil kajian komprehensif tersebut nantinya akan menjadi dasar rekomendasi teknis yang disampaikan kepada Bupati Limapuluh Kota untuk menentukan langkah kebijakan selanjutnya terkait pemanfaatan dan pengamanan kawasan.

Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi, menyampaikan bahwa Badan Geologi telah melakukan studi lapangan selama beberapa hari terakhir. Namun, untuk memastikan penyebab amblasan secara menyeluruh, masih diperlukan peralatan tambahan serta dukungan logistik guna menunjang kajian ilmiah yang lebih mendalam.

Baca juga: Pemprov Sumbar dan Pemkab Solok Selatan Sinkronkan Program Strategis Pembangunan

Sebelumnya, sinkhole tersebut dilaporkan muncul secara tiba-tiba pada Minggu (4/1/2025) siang di lahan persawahan milik seorang warga bernama Adrolmios (61). Kejadian itu pertama kali diketahui setelah terdengar suara gemuruh menyerupai ledakan, sebelum tanah yang telah mengalami retakan akibat musim kemarau amblas dan membentuk lubang berisi air dengan kedalaman diperkirakan mencapai 20 meter.

Sebagai langkah pengamanan, aparat kepolisian bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota telah memasang garis pembatas di sekitar lokasi. Meskipun rasa penasaran warga cukup tinggi, pembatasan tetap diberlakukan mengingat masih terdengar suara dentuman dari dalam lubang, yang mengindikasikan proses amblasan belum sepenuhnya berhenti dan berpotensi menimbulkan longsor susulan. (adpsb/mel)

Halaman:
1 2

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: