Pemkab Pasaman Barat Usulkan Dua Jalan Alternatif Menuju Talu Pasca Bencana

Kamis, 22 Januari 2026, 08:17 WIB | Ragam | Kab. Pasaman Barat
Pemkab Pasaman Barat Usulkan Dua Jalan Alternatif Menuju Talu Pasca Bencana
Bupati Pasaman Barat Temui Gubernur Sumbar, Bahas Jalan Alternatif Di Talamau. IST
IKLAN BANK INDONESIA KAS KELILING

PASBAR, binews.id -- Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mengusulkan pembangunan dua jalan alternatif menuju Talu, Kecamatan Talamau, menyusul rusaknya akses jalan utama akibat bencana alam pada akhir November 2025 lalu. Kerusakan tersebut menyebabkan sejumlah ruas jalan terban dan membahayakan pengguna jalan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pasaman Barat, Bambang Sumarsono, mengatakan dua proposal pembangunan jalan alternatif telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mendapatkan persetujuan.

"Dua proposal pengajuan jalan alternatif telah kita sampaikan ke pemerintah provinsi. Mudah-mudahan dapat disetujui karena akses jalan provinsi saat ini sudah sangat rawan dan membahayakan pengendara," kata Bambang di Simpang Empat, Rabu (21/1)

Ia menjelaskan, jalan alternatif pertama yang diusulkan adalah jalur Simpang MAN 1 Kajai sepanjang sekitar enam kilometer yang tembus ke Jembatan Panjang. Jalur ini diusulkan karena jalan di Rimbo Kejahatan putus total saat bencana dan saat ini hanya dilalui melalui jalan darurat.

Menurut Bambang, jalan darurat tersebut sangat rawan longsor karena berada di tepi perbukitan. Kondisi ini dikhawatirkan akan semakin berbahaya apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

"Jalan darurat saat ini sangat rawan longsor karena berada tepat di pinggir perbukitan. Jika hujan turun, dikhawatirkan akan kembali terjadi longsor," ujarnya.

Sementara itu, jalan alternatif kedua yang diusulkan berada di dekat Jembatan Panjang menuju Bangkok Talu dengan panjang sekitar delapan kilometer. Usulan ini diajukan karena sebagian badan jalan di kawasan Polong Anam telah terban dan berpotensi putus total.

Pihaknya bersama Bupati Pasaman Barat, Yulianto, telah meninjau langsung kondisi dua jalur alternatif tersebut beberapa waktu lalu untuk memastikan tingkat kerusakan dan kelayakan pembangunan.

"Kondisi jalan itu telah kami kunjungi. Saat ini kondisi jalan masih berlumpur dan belum dapat dilalui kendaraan secara umum," kata Bambang.

Ia menegaskan, keberadaan dua jalan alternatif tersebut sangat penting sebagai jalur darurat untuk memulihkan konektivitas antarwilayah, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, serta menjamin keselamatan warga saat terjadi bencana.

Bupati Pasaman Barat, Yulianto, juga telah membawa Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, untuk melihat langsung kondisi jalan yang terdampak bencana tersebut beberapa waktu lalu.

Halaman:

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: