Percepat Pemulihan Ekonomi Pascabencana, Pemerintah Luncurkan Klinik UMKM Minang Bangkit

Sabtu, 24 Januari 2026, 10:40 WIB | Ekonomi | Kota Padang
Percepat Pemulihan Ekonomi Pascabencana, Pemerintah Luncurkan Klinik UMKM Minang Bangkit
Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memperkuat langkah pemulihan ekonomi pascabencana melalui peresmian Klinik UMKM Minang Bangkit, Jumat kemarin (23/1/2026). ADPIM
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT BI

PADANG, binews.id -- Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memperkuat langkah pemulihan ekonomi pascabencana melalui peresmian Klinik UMKM Minang Bangkit, Jumat kemarin (23/1/2026).

Klinik tersebut diresmikan oleh Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Wamen UMKM) RI, Helvi Moraza, didampingi Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, di halaman Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar.

"Kita berkumpul hari ini dalam suasana keprihatinan, tetapi kita harus tetap optimis. Harapan itu masih ada. Kementerian UMKM memiliki tugas khusus untuk memastikan pertumbuhan, pembinaan, sekaligus menaik-kelaskan UMKM terdampak bencana di Sumatera Barat," ujar Helvi.

Ia menegaskan, penanganan pascabencana tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Justru, fase pemulihan menjadi tahap paling krusial, terutama bagi UMKM yang menjadi penopang utama ekonomi keluarga dan daerah.

"Satu UMKM bisa menghidupi hingga lima orang. Karena itu, pemulihan UMKM harus dilakukan secara cepat, fokus, dan serius," tegasnya.

Menurut Helvi, kehadiran Klinik UMKM Minang Bangkit merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, melibatkan Satgas Pemulihan Dampak Bencana Nasional, kementerian terkait, serta pemerintah daerah. Ia juga mengapresiasi Pemprov Sumbar dan pemerintah kabupaten/kota atas kecepatan pemulihan pascabencana.

"Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, Sumatera Barat termasuk daerah dengan tingkat pemulihan tercepat dibanding wilayah terdampak bencana lainnya. Semangat yang sama kami dorong agar tercermin pula dalam pemulihan sektor UMKM," ungkapnya.

Helvi menambahkan, pemulihan UMKM tidak hanya menyentuh aspek usaha, tetapi juga kondisi mental dan psikologis pelaku usaha. Oleh karena itu, Klinik UMKM Minang Bangkit menyediakan layanan pendampingan psikologis, selain konsultasi bisnis, perizinan, akses permodalan, dan perluasan pasar.

"UMKM Minangkabau memiliki DNA kewirausahaan yang kuat. Mereka tidak lagi diajari cara berdagang, tetapi mereka kita fasilitasi agar bisa kembali berdagang dan berkembang," katanya.

Dengan mengusung semangat "mambangkik batang tarandam", Klinik UMKM Minang Bangkit dihadirkan sebagai pusat layanan terpadu bagi UMKM terdampak bencana. "Dengan kolaborasi yang solid, saya yakin ekonomi Sumatera Barat akan kembali menggeliat," ujar Helvi.

Sementara itu Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan optimismenya bahwa UMKM Minang akan bangkit dalam waktu yang tidak terlalu lama. Ia menegaskan komitmen Pemprov Sumbar untuk memastikan UMKM tidak hanya kembali ke kondisi semula, tetapi mampu meningkatkan daya saing.

Halaman:
IKLAN MBG

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: