Wako Fadly Sebut ASN Puasa Panjang Perjalanan Dinas, Ini Alasannya

PADANG PANJANG, binews.id — Angka orang terpapar Covid-19 di Sumbar terus bertambah setiap hari. Dimana sehari sebelumnya ada penambahan 237 sementara hari ini 51 kasus baru lagi.
Bahkan cluster Covid-19 pun merengsek ke profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau cluster perkantoran. Tidak hanya ASN saja, tapi pejabat setingkat pimpinan di daerah tak luput dipapar virus korona.
Sejak Maret Covid-19 ditemukan pertama di Sumbar, Pemerintahan Kota Padang Panjang terus mengikuti ketentuan penanganan covid-19 seperti protkol kesejayan dan panduan penangan pandemi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Padang Panjang pun menjadi kota dengan persentase traching dan testing swab tertinggi di Sumatera Barat.
Tidak itu saja, ternyata sejak PSBB dari jilid satu sampai tiga, ASN dan pejabat serta kepala daerah 'kota serambi makkah' ini sudah puasa panjang dari yang namanya perjalanan dinas keluar daerah Sumatera Barat.
Baca juga: Wako Fadly Amran Instruksikan Damkar Siram Material Tercecer di Jalan Bypass
"Tidak melakukan perjalanan dinas ke luar provinsi, itu tidak untuk ASN saja tapi pimpinan di kota ini juga puasa melakukan perjalanan dinas luar provinsi,"ujar Walikota Padang Panjang Fadly Amran kepada media di Padang, Senin 7 Setember 2020.
Fadly memastikan hingga hari ini, sejak covid-19 mewabah termasuk meledak dengan cluster RSUD Padang Panjang dulu itu, tidak ada ASN, pejabat dan pimpinan keluar daerah dengan biaya perjalanan dinas dari APBD Padang Panjang.
"Kebijakan ini diberlakukan untuk mencotohkan kepatuhan kepada masyarakat Padang Panjang. Juga untuk mengantisipasi ASN menjadi virus carier dan menyebar serta muncul cluster baru lagi di kota kami,"ujar Fadly.
Apalagi kondisi terkini, slient spreder dan orang tanpa gejala semakin banyak. "Kami, Padang Panjang mengalami terpapar covid-19 karena dunsanak dari luar Sumbar yang datang tidak meengikuti aturan pencegahan covid-19 yang ditetapakan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Padang Panjang,"ujar Fadly Amran.
Baca juga: Progul Dokter Warga Mulai Layani Masyarakat Kota Padang
Puasa panjang perjalanan dinas keluar Sumbar, ASN dan pejabat di Pemko Padang Panjang kata Fadly adalah bagian dari komitmen untuk bersama melawan dan memutus rantai penyebaran covid-19, ternyata juga mengefesienkan keuangan daerah.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Kota Padang Panjang Kembali Raih Penghargaan Paritrana Award dari BPJS Ketenagakerjaan, Penghargaan dari BKN dan KIA
- DSPPKBPPPA Gelar Desiminasi Audit Kasus Stunting Tahap II
- Tingkatkan Kepedulian Sosial, KSR PMI ISI Adakan Donor Darah
- Dinkes Laksanakan Monev Penerapan Perda KTR ke OPD
- Diikuti Kader Padang Panjang, Gubernur Mahyeldi Buka Jambore Kader PKK Berprestasi
Progul Dokter Warga Mulai Layani Masyarakat Kota Padang
Kesehatan - 24 Februari 2025
Jaga Kesehatan Pegawai, KAI Divre II Sumbar Gelar Medical Check Up
Kesehatan - 19 Februari 2025
Mahyeldi Jalani Medical Check-Up di RS Unand Jelang Pelantikan
Kesehatan - 14 Februari 2025
KAI Divre II Sumbar Gelar Pengobatan Gratis terhadap 228 Pensiunan
Kesehatan - 10 Februari 2025