Pemko Padang Targetkan Satu Masjid Digital di Setiap Kelurahan pada 2029
PADANG, binews.id — Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyebutkan bahwa seluruh masjid di Kota Padang akan terdigitalisasi secara bertahap hingga tahun 2029. Program tersebut menargetkan satu masjid digital di setiap kelurahan.
"Kita menargetkan digitalisasi masjid hingga 2029, satu masjid digital ada di tiap kelurahan," ujar Maigus saat menghadiri kegiatan "Pembinaan dan Penguatan Kepengurusan Masjid se-Kota Padang" yang digagas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang, Rabu (11/2/2026).
Menurut Maigus, digitalisasi masjid menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat tata kelola yang transparan dan akuntabel. Melalui pemanfaatan aplikasi digital, pengelolaan keuangan dan administrasi masjid diharapkan lebih tertib dan terbuka.
Ia menjelaskan, mulai tahun ini kehadiran aparatur sipil negara (ASN) dan guru dalam kegiatan keagamaan juga akan dipantau melalui sistem barcode. Sistem tersebut menjadi bagian dari penilaian integritas dan ketaatan terhadap sumpah jabatan.
"Kita ingin ada perubahan budaya kerja yang lebih religius dan berintegritas. Kehadiran dalam kegiatan keagamaan menjadi salah satu indikatornya," jelas Maigus.
Kegiatan pembinaan yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Padang itu dihadiri para pengurus masjid, tokoh agama, serta sejumlah undangan lainnya. Acara ini bertujuan mengoptimalkan fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter dan penguatan ekonomi umat.
Kepala Kemenag Kota Padang, Edy Oktafiandi, menekankan empat tema utama yang menjadi prioritas pada tahun ini. Salah satunya adalah kesiapan infrastruktur masjid agar kebersihan dan kenyamanan tetap terjaga.
Menurut Edy, intensitas jamaah yang terus meningkat menuntut pengurus masjid untuk memastikan fasilitas ibadah dalam kondisi baik. Hal ini penting agar jamaah merasa nyaman dan khusyuk dalam beribadah.
Selain itu, Kemenag Kota Padang juga berkomitmen menjaga suasana toleransi di tengah masyarakat. Kerukunan antarumat beragama, khususnya dalam pelaksanaan amaliah Ramadan, menjadi perhatian bersama.
"Kemudian juga ada program Smart Surau dan Pesantren Ramadan, yakni pengalihan tempat belajar siswa ke masjid untuk penguatan karakter berbasis religi," kata Edy.
Tak hanya itu, pemulihan ekonomi pascabencana juga menjadi bagian dari agenda masjid. Pengurus masjid didorong untuk peduli terhadap warga yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana melalui penyaluran bantuan sosial.
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Ketua DPRD Sumbar Muhidi Serap Aspirasi Penyandang Disabilitas Usai Musrenbang RKPD 2027
- Kisah Buya Viral Ristawardi: Dari Karyawan Semen Padang ke Panggung Dakwah
- Wako Fadly Amran Berbuka Puasa Bersama Petugas Kebersihan dan Petugas LPS
- Santuni 1.000 Anak Yatim, Polda Sumbar Gelar Tabligh Akbar Bersama Ustadz Adi Hidayat
- Wagub Vasko Ruseimy: Jaga Kelestarian Rumah Gadang






