Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Wafat, Sosok Gigih Merawat Konstitusi dan Ideologi Pancasila
JAKARTA, binews.id -- Jenderal TNI (Purn) H. Try Sutrisno bin Subandi, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, wafat pada hari Senin (2/3/2026) sekitar pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan militer, dan masyarakat luas.
Almarhum akan dimandikan di rumah duka RSPAD Gatot Soebroto, dan selanjutnya jenazah akan dibawa ke kediaman keluarga di Jl. Purwakarta No. 6, Menteng, Jakarta Pusat. Prosesi penghormatan terakhir direncanakan berlangsung di Mesjid Sunda Kelapa sebelum dimakamkan.
Rencananya, jenazah almarhum Try Sutrisno akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan pada pukul 12.30 WIB. Upacara pemakaman akan diselenggarakan dengan penghormatan militer penuh sesuai jasa dan dedikasi beliau terhadap bangsa dan negara.
Dalam pernyataan resmi kepada awak media, Taufik Dwi Cahyono, anak kandung almarhum, meminta maaf atas segala kekhilafan yang pernah dilakukan ayahnya selama hidup. Ia juga memohon doa agar amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT.
"Tolong dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhum semasa hidup. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya," ujar Taufik penuh haru di rumah duka, di tengah keluarga yang berduka.
Kepergian Jenderal yang dikenal dengan senyum ramah ini mengejutkan banyak pihak, karena sebelumnya tidak pernah dilaporkan sakit secara serius. Almarhum berpulang pada usia 90 tahun, setelah beberapa kali menjalani perawatan ringan akibat faktor usia.
Menurut Taufik, perawatan yang dijalani ayahnya hanya terkait kondisi fisik akibat usia senja, dan bukan penyakit berat. Ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada tim medis RSPAD Gatot Soebroto yang telah memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal hingga hari terakhir.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden) yang setia mendampingi almarhum selama perawatan. "Terima kasih kepada Paspampres dan semua pihak yang telah menunjukkan perhatian dan kesetiaan pada orang tua kami," imbuh Taufik.
Kepergian Try Sutrisno juga memantik reaksi dari berbagai tokoh nasional. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia telah kehilangan seorang tokoh yang begitu peduli pada kesatuan dan persatuan bangsa, terutama pada masa-masa krusial sejarah nasional.
Sebagai mantan Wakil Presiden di era 1990-an, Try Sutrisno dikenal mampu menjaga suasana kebangsaan tetap bersatu, termasuk saat dinamika politik akhir dekade tersebut. Beliau juga dikenal gigih memperjuangkan konstitusi UUD 1945, dan aktif dalam berbagai kegiatan penguatan ideologi Pancasila hingga akhir hayatnya, termasuk sebagai Dewan Pembina Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. (bi/mel)
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Retret Nasional Akmil 2026, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Perkuat Kapasitas Kepemimpinan
- Gubernur Mahyeldi Raih Leadership Award dari IAI Sumbar atas Komitmen Pembangunan Daerah
- Percepatan Investasi Sumbar, Gubernur Mahyeldi Gandeng Danantara dan BP BUMN
- Gubernur Mahyeldi Hadiri Dialog Menko Polkam, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Jaga Stabilitas Nasional
- Rifki Resmi Dilantik jadi Kakanwil Kemenhaj Sumbar Defenitif usai Empat Bulan Jabat Plt






