Inflasi Sumbar Februari 2026 Terkendali di Level 0,3 Persen, Lebih Rendah dari Nasional

Rabu, 04 Maret 2026, 15:10 WIB | Ekonomi | Kota Padang
Inflasi Sumbar Februari 2026 Terkendali di Level 0,3 Persen, Lebih Rendah dari Nasional
Kepala Perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, M. Abdul Majid Ikram.
IKLAN BANK INDONESIA KAS KELILING

Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Sumatera Barat pada Februari 2026 tercatat 4,39 persen, meningkat dibandingkan Januari yang sebesar 3,92 persen. Kenaikan inflasi tahunan ini dipengaruhi faktor low-base effect dari penerapan diskon tarif listrik yang berlaku hingga Februari 2025. Secara tahunan, tarif listrik tercatat mengalami kenaikan 96,51 persen (yoy).

Komoditas lain yang memberikan andil besar terhadap inflasi tahunan Februari antara lain emas perhiasan sebesar 77,44 persen (yoy), daging ayam ras 19,72 persen (yoy), beras 4,38 persen (yoy), dan mobil 8,41 persen (yoy). Tekanan harga emas dan sejumlah komoditas global turut memengaruhi dinamika inflasi daerah.

Ke depan, inflasi tahunan Sumatera Barat diperkirakan akan terus menurun dan bergerak menuju rentang target 2,5 persen 1 persen. Selain dipengaruhi berakhirnya faktor low-base effect tarif listrik, prospek penurunan inflasi juga ditopang membaiknya pasokan seiring masa panen serta perbaikan jalur distribusi sejalan progres infrastruktur jalan. Namun demikian, sejumlah risiko tetap perlu diwaspadai, seperti peningkatan permintaan selama Ramadan dan Idul Fitri, rigiditas konsumsi beras, potensi aliran pasokan ke luar daerah akibat disparitas harga, kenaikan harga emas dan komoditas global, serta depresiasi rupiah di tengah tensi geopolitik global. Untuk itu, sinergi pengendalian inflasi TPID bersama Bank Indonesia dan pemerintah daerah akan terus diperkuat guna menjaga inflasi tetap terkendali. (bi/rel/mel)

Halaman:
1 2

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: