Industri Lokal Didongkrak, Pemprov Sumbar Prioritaskan Produk Dalam Daerah
PADANG, binews.id -- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk memperkuat industri lokal sebagai tulang punggung pembangunan daerah. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mendorong penggunaan produk lokal sebagai material utama dalam proyek pemerintah.
Menurut Mahyeldi, penguatan industri lokal tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi semata, tetapi juga menyentuh isu keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Ketiganya harus berjalan seimbang di tengah dinamika dan tantangan global yang semakin kompleks.
"Kita berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat posisi daerah menghadapi tantangan global," ujarnya di Padang, Selasa (31/3/2026).
Namun demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa produk lokal masih sering kalah bersaing, baik dari sisi harga maupun persepsi kualitas. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kepercayaan sekaligus penggunaan produk dalam negeri.
Sebagai salah satu contoh industri lokal yang dinilai mampu bersaing, Mahyeldi menyoroti peran PT Semen Padang. Perusahaan tersebut selama ini dinilai berkontribusi besar dalam pembangunan infrastruktur serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Meski demikian, industri semen juga dihadapkan pada persoalan lain, yakni tekanan isu lingkungan dan tuntutan pengurangan emisi. Hal ini menuntut inovasi produk yang tidak hanya kuat secara fungsi, tetapi juga ramah lingkungan.
Mahyeldi mengungkapkan, dalam pertemuannya dengan manajemen Semen Indonesia, ia mendorong pengembangan green cement sebagai segmentasi baru. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing sekaligus menjawab tantangan lingkungan.
Dorongan tersebut mulai menunjukkan hasil dengan hadirnya produk inovatif seperti SEPABLOCK, bata interlock berbasis semen ramah lingkungan yang memiliki keunggulan tahan gempa, efisien biaya, serta mampu menekan emisi gas rumah kaca secara signifikan.
Gubernur menilai inovasi tersebut menjadi bukti bahwa industri lokal mampu beradaptasi dengan tuntutan zaman. Ia menyebut, langkah tersebut menempatkan Semen Padang pada jalur yang tepat dalam transformasi industri berkelanjutan.
Di sisi lain, Pemprov Sumbar juga telah mengusulkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum agar penggunaan green cement diprioritaskan dalam proyek infrastruktur, khususnya di wilayah Sumatera Barat. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi stimulus nyata bagi industri lokal.
Langkah tersebut tidak hanya menjadi solusi terhadap persoalan lingkungan, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi daerah melalui peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Dengan demikian, ketergantungan terhadap produk luar dapat ditekan secara bertahap.
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- OJK Cabut Izin BPR Pembangunan Nagari, LPS Siapkan Proses Likuidasi
- Shell Kiln Narogong 2 Dilepas, Bukti Transformasi Bisnis Semen Padang
- Jangan Tunda, Tiket KA Lebaran Masih Tersedia Lebih dari 27 Ribu Tempat Duduk
- Diserbu Penumpang, Penjualan Tiket KA Pariaman Ekspres Hari ini Mencapai 158%
- Angleb Belum Usai, KAI Divre II Sumbar Sudah Layani Lebih dari 100 Ribu Penumpang
Pemerintah Pastikan Harga BBM Tak Naik Besok
Ekonomi - 31 Maret 2026




