UBAH LAKU : Cerita Kepala DKP Sumbar Terpapar Covid-19

Dalam perjalanan ke Padang pun ia hanya mampir makan di Kota Payakumbuh dan sampai di Padang pada Rabu malam. "Karena setiap ASN wajib Swab sehabis kunjungan luar daerah, Kamis (13/8/2020), saya Swab dan hasilnya positif," ujarnya.
Kemudian, lanjutnya, setelah tahu ia positif ia langsung mengkontak Dinkes Riau agar melakukan tracking terhadap semua adik-adik dan ponakan yang kontak di Pekanbaru.
"Ternyata hasil swab-nya adik dan ponakan saya yang saya temui ditempat terakhir dan saya tidak pakai masker semuanya. Empat orang dinyatakan positif sedangkan yang tiga titik lagi saya temui hasil swab-nya negatif," katanya.
Baca juga: PMI Tanam 60 Bibit Pohon di Sigando
Dikatakan Yosmeri, hasil swab-nya positif sedangkan sopirnya negatif padahal sama-sama pergi dan pulang. "Maka dari tracking tersebut saya dapat ambil kesimpulan, saya terpapar Covid-19 dari lokasi yang terakhir, karena saya di sana tidak gunakan masker. Kenapa sopir tidak kena? Sebab sopir tidak masuk ke rumah dan selama di perjalanan kami tetap sama-sama pakai masker," katanya.
Yosmeri mengingatkan tentang pentingnya memakai masker dan menghindari kontak dengan orang yang berasal dari zona merah Covid-19, seperti Jakarta. Penggunaan masker sangat membantu diri dari penularan Covid-19.
"Ini contoh pengalaman saya langsung. Kini adik-adik di Pekanbaru sudah diisolasi mandiri. Bahkan info dari adik saya bahwa satu minggu sebelum saya ke rumahnya ada kawannya bertamu ke rumah yang baru pulang dari Jakarta bersin-bersin dan batuk di rumah saat bertamu, padahal sudah dikatakan untuk tidak masuk rumah tapi diabaikan," tuturnya.
Intinya lagi Kata Yosmeri, bahwa orang dari zona merah seperti dari Jakarta perlu diwaspadai, apakah keluarga, teman kerja atau tetangga agar kita bisa memutus mata rantai Covid. Dan yang datang dari zona merah pun harus sadar pula untuk tidak keluyuran.
"Wajib pakai masker dimanapun berada. Tetap lah pakai masker, karena tidak menjamin aman jika diluar walaupun hanya sabentar," pungkas Yosmeri.
Terakhir disampaikan Yosmeri, setelah menjalankan perawatan dan sudah dua kali lakukan tes swab, hasilnya negatif dan Alhamdulillah dirinya sudah sembuh. (*)
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Setelah Covid Landai, Andani: Reformasi Ketahanan Kesehatan
- SE Gubernur Sumbar, ke Hotel, Restoran Hingga Objek Wisata Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin
- Meski Pandemi Melandai, Pemerintah Tetap Lanjutkan PPKM
- Pimpin Monitoring dan Evaluasi Vaksinasi Sumbar, Wagub : Kita Berjibaku Terus
- Gubernur Mahyeldi Tegaskan Semua ASN Pemprov Sumbar Wajib Vaksin
Progul Dokter Warga Mulai Layani Masyarakat Kota Padang
Kesehatan - 24 Februari 2025
Jaga Kesehatan Pegawai, KAI Divre II Sumbar Gelar Medical Check Up
Kesehatan - 19 Februari 2025
Mahyeldi Jalani Medical Check-Up di RS Unand Jelang Pelantikan
Kesehatan - 14 Februari 2025
KAI Divre II Sumbar Gelar Pengobatan Gratis terhadap 228 Pensiunan
Kesehatan - 10 Februari 2025