Meski Masih Terjadi Penambahan, Riset Tunjukkan Masyarakat Optimis Covid-19 Bisa Ditaklukkan

"Di awal studi pada Mei 2020, Indonesia dibanding negara Asia Tenggara lain tidak jauh. Banyak masyarakat mengatakan pendapatan menurun. Namun, di survei kedua pada September 2020, Indonesia cukup unggul dibanding lima negara lain," kata Soeprapto Tan dalam Dialog Produktif yang digelar KPCPEN, Kamis (5/11/2020).
Hasil survei tersebut, sambungnya, menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki optimisme terhadap pemulihan ekonomi yang lebih tinggi dibanding negara lain di ASEAN. Bahkan kalau dibanding Vietnam yang memiliki jumlah kasus Covid-19 lebih rendah, optimisme pemulihan ekonomi Indonesia lebih tinggi.
"Sebab di Indonesia ini masyarakatnya merasa terbantu dengan sejumlah pendampingan yang dilakukan pemerintah," ujar Soeprapto lagi, sebagaimana dikutip dari situs webcovid-19.go.id.
Baca juga: PTN Terbaik Pengelolaan Zakat 2022, UNP Terima Baznas Award
Setelah ditelisik, optimisme yang ditunjukkan masyarakat Indonesia juga dilatari adanya bantuan pemerintah yang cukup masif. Catatan yang didapat dari survei menunjukkan, masyarakat Indonesia merasa terbantu dengan pendampingan atau insentif terhadap UMKM yang diberikan pemerintah.
Selain itu, masyarakat Indonesia juga optimis vaksin bisa segera ditemukan dan diproduksi. Penyaluran bantuan sosial, Kartu Prakerja, dan stimulus untuk pengusaha juga dianggap punya andil besar dalam mendongkrak optimisme masyarakat Indonesia dalam menyongsong ekonomi yang lebih baik.
"Di Indonesia, 60 persen responden ingin masalah Covid-19 dari sisi kesehatan benar-benar dibereskan dulu. Ini menunjukkan bahwa prioritas masyarakat adalah aspek kesehatan. Sementara 16 persen responden berharap bantuan sosial tetap dilanjutkan. Sisanya, ingin pemerintah memberi kepastian lapangan kerja dan mengontrol harga agar tidak naik," sambungnya.
Perkembangan Kasus
Sementara itu hingga Minggu 8 November 2020, total sudah 16.019 warga Sumbar pernah terinfeksi Covid-19, di mana terjadi penambahan 201 warga Sumbar yang baru terinfeksi. Selain itu, juga terdapat 242 warga yang baru sembuh sehingga total sembuh mencapai 12.856 orang. Sedangkan kasus meninggal bertambah 3 orang sehingga total menjadi 315.
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal dalam keterangannya menjelaskan, tambahan kasus positif diperoleh setelah Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso memeriksa 4.363 sampel swab.
"Kasus tertinggi harian tetap disumbangkan oleh Kota Padang. Dalam 24 jam terakhir, 100 warga Kota Padang dinyatakan positif Covid-19," kata Jasman.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Mahasiswa S3 Ilmu Lingkungan UNP Laksanakan Praktik Kerja Lapangan di Kepulauan Riau
- Hj. Nevi Zuairina Minta Ada Transformasi Kesehatan dan Pariwisata di KEK Sanur
- PP IPPNU X Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama Gelar Peer Educator Cegah Stunting
- Gubernur Mahyeldi, Direktur dan Rektor UNP Temui Wapres Usulkan Pengembangan RSAM Bukittinggi
- Bio Farma Ajak Perempuan di Kalimantan Tengah Cegah Kanker Serviks
Progul Dokter Warga Mulai Layani Masyarakat Kota Padang
Kesehatan - 24 Februari 2025
Jaga Kesehatan Pegawai, KAI Divre II Sumbar Gelar Medical Check Up
Kesehatan - 19 Februari 2025
Mahyeldi Jalani Medical Check-Up di RS Unand Jelang Pelantikan
Kesehatan - 14 Februari 2025
KAI Divre II Sumbar Gelar Pengobatan Gratis terhadap 228 Pensiunan
Kesehatan - 10 Februari 2025