Gubernur Irwan Prayitno Terima Anugerah Provinsi Terbaik Peduli Perlindungan Konsumen

JAKARTA, binews.id -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mendapat apresiasi dari Kementerian Perdagangan sebagai salah satu provinsi terbaik yang peduli dalam perlindungan konsumen pada acara puncak Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2020 di Transmart Cibubur, Kamis (12/11/2020).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Perdagangan Agus Suparmanto kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Selain Sumbar, Provinsi lain yang mendapat penghargaan adalah Provinsi Aceh, Jawa Timur Sumatera Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara dan Bangka Belitung.
"Alhamdulillah, kita mendapat penghargaan dalam memberikan perlindungan kepada konsumen. Dalam pandemi Covid-19 seperti saat ini era digital sangat penting, konsumen belanja secara online, ternyata angka transaksi digital terus meningkat," kata Irwan Prayitno.
Penghargaan ini menjadi cambuk bagi Sumbar untuk terus memberikan perlindungan kepada konsumen lebih baik lagi. Pemprov Sumbar secara masif memberikan edukasi kepada konsumen, melakukan pengawasan terhadap aktivitas perdagangan agar tidak merugikan konsumen, serta memberikan pelayanan terbaik dalam menyelesaikan sengketa konsumen, pelayanan kemetrologian, mendorong terwujudnya pasar tertib ukur oleh pemerintah kabupaten dan kota.
Baca juga: Pemko Bukittinggi Akan Gelar Pasar Murah di Lapangan Kantin
"Edukasi kepada konsumen telah sering kita laksanakan diberbagai media, baik dalam ruangan, media cetak, elektronik, serta baliho di seluruh Kabupaten Kota," ucapnya.
Sementara untuk pengawasan ini memang masih ditemukan adanya produk yang tidak sesuai ketentuan dan sudah ditindaklanjuti. Pemprov Sumbar telah banyak menyelesaikan sengketa konsumen di badan penyelesaian sengketa konsumen (BPSK) di Kabupaten Kota dengan kasus yang disampaikan pada seluruh sektor.
Irwan Pratitno menyebut, pembentukan BPSK di Sumbar merupakan upaya untuk menyelesaikan sengketa yang mungkin terjadi antara konsumen dan pelaku usaha. Beberapa cara yang dilakukan antara lain mediasi, konsiliasi, dan arbitrase.
Bagi daerah, perlindungan konsumen ini menjadi sangat penting karena konsumen sangat besar pengaruhnya dalam ekonomi daerah yg saat ini perannya dlm apbd lebih dari 50 persen. Perlindungan yg diberikan adalah dengan menjaga mereka aman berkonsumsi di daerah dg membelanjakan uangnya di daerah dan memprioritaskan penggunaan produk daerah.
Baca juga: Kembali Mutasi Bergulir di Lingkungan Pemko Bukittinggi,64 Pejabat Dilantik Wako Erman Safar
Pelaku usaha juga bertanggungjawab terhadap perlindungan konsumen ini dengan cara beritikad baik dan jujur dalam berusaha. Tinggal lagi pemanfaatannya oleh masyarakat.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Revisi UU Minerba: Peluang Besar bagi Perguruan Tinggi dalam Sektor Pertambangan
- Ketua DPRD Sumbar Dukung Gubernur Mahyeldi dan Vasko Ruseimy Wujudkan Kemajuan Daerah
- Bupati dan Wakil Bupati Solok Terpilih Jalani Medical Check-Up Jelang Pelantikan
- Prabowo Subianto Kembali Pimpin Gerindra, Diminta Maju di Pilpres 2029
- Pada Raker FPKS, Hj. Nevi Zuairina Bertekad Perkuat Advokasi untuk Masyarakat