Demi Panggilan Al-Qur'an, Cuaca Buruk Hingga Dikejar Begal Dihadapi Peserta MTQN Asal Sulteng

Selasa, 17 November 2020, 06:22 WIB | Ragam | Nasional
Demi Panggilan Al-Qur'an, Cuaca Buruk Hingga Dikejar Begal Dihadapi Peserta MTQN Asal...
Sepeda motor biasa berkapasitas mesin 110 cc, yang digunakan Peserta MTQN Asal Sulteng Dibonceng Sang Suami menempuh jatak 3.700 km selama 16 hari
IKLAN GUBERNUR

PADANG, binews.id - Kecintaannya terhadap Kalam Ilahi, Al-Qur'an seakan meruntuhkan logika manusia biasa. Dengan tekad dan keyakinan yang begitu kuat, bahwa kuasa Sang Pencipta Allah SWT melebihi apapun.

Tanpa keraguan, salah seorang peserta Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) k-XXVIII utusan Provinsi Kalimantan Utara yang berdomisili di Sulawesi Tengah rela menempuh ribuan kilometer mengendarai sepeda motor untuk mengikuti MTQN di Kota Padang.

Adalah sepasang sejoli, Hasan CL Bunyu (44 thn) dan istrinya Nining R Rusdin Wakiden (29 thn). Hasan rela membonceng sang istri menempuh jarak yang teramat jauh.

Penelusuran pada aplikasi Google Map setidaknya menunjukkan jarak tempuh sejauh 3.700 km. Bahkan jarak sejauh ini ditempuh dengan sepeda motor biasa berkapasitas mesin 110 cc, bukan motor gede (moge).

Tim MMC Diskominfo yang berkesempatan mewawancarai langsung Hasan CL Bunyu (44th) ketika mendampingi sang istri mengikuti MTQN Cabang Seni Kaligrafi Al-Qur'an di GOR Universitas Negeri Padang, Senin siang (16/11/2020).

Dikatakan Hasan, perjalanan yang ditempuh selama 16 hari itu sempat menemui kendala, seperti buruknya cuaca dan sebagainya.

"Bahkan gara-gara menembus lebatnya hujan ditengah malam, kami sempat nyasar sekitar 5 jam di daerah Muko-muko," ungkapnya.

Tak hanya itu, perjalanan Hasan dan istri juga sempat berada dibawah bayang-bayang begal (baca: bajing) di jalan lintas Sumatera.

"Kami sempat dikejar begal, namun ditolong oleh 4 mobil CPO sampai ketempat yang aman, Alhamdulillah," ujar Hasan mengisahkan.

Meski demikian, dia mengakui begitu banyak kabaikan masyarakat yang ditemui disepanjang perjalanan.

"Sepanjang jalan mulai dari Lampung sampai kemaren di Mandeh, itu berapa kali kami ditolong orang. Bahkan tempat tinggal kami sekarang dibantu oleh masyarakat disini," terang Hasan.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: