Pandemi Covid-19, Irwan Prayitno Minta Perkuat Sinergitas Pemulihan Ekonomi

"Ke depan kami yakin Sumbar akan terus mempertahankan prestasi ini sehingga tingkat inflasi masih terus rendah dan stabil di masa yang akan datang," tuturnya.
Selanjutnya, kegiatan Penandatanganan Komitmen Bersama dalam rangka Transformasi Tenun Minang di Sumatera Barat oleh Bank Indonesia dan 7 (tujuh) Kepala Daerah Kabupaten/Kota beberapa waktu lalu juga menunjukkan kesungguhan Sumatera Barat untuk bersinergi serta terus berupaya memajukan kegiatan perekonomiannya termasuk ekonomi kreatif yang menjadi salah satu sendi-sendi pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat.
Irwan Prayitno berharap, hubungan sinergi peningkatan UMKM harus terus ditingkatkan diberbagai sektor, terutama sektor pariwisata. Secara umum, kondisi perekonomian Sumbar cukup kokoh karena ditopang oleh sektor pertanian sehingga tidak terlalu berpengaruh oleh gejolak global. Pihaknya akan terus meningkatkan sinergi dalam mengupayakan sumber pertumbuhan baru seperti mendatangkan investor dari luar hingga menggenjot sektor pariwisata.
Baca juga: Pemprov Sumbar Salurkan Dana Bagi Hasil Rp265 Miliar ke 19 Kabupaten/Kota, Pesisir Selatan Terbesar
Wahyu Purnama selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar mengatakan, sejalan dengan arah pertumbuhan ekonomi nasional yang kontraksi, laju pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada triwulan III 2020 tercatat kontraksi sebesar -2,87% (yoy) membaik dibandingkan triwulan II 2020 yang kontraksi lebih dalam sebesar -4,90% (yoy).
"Secara umum, penurunan ekonomi terjadi karena pandemi covid-19 yang mengakibatkan rendahnya permintaan global komoditas unggulan Sumatera Barat yaitu CPO dan karet," ungkap Wahyu.
Walaupun secara year-on-year pertumbuhan triwulan III 2020 masih kontraksi, pertumbuhan secara quarter-to-quarter tercatat tumbuh positif. Pertumbuhan qtq Provinsi Sumatera Barat pada triwulan III 2020 tercatat tumbuh sebesar 4,59% (qtq).
Pertumbuhan positif secara qtq didorong oleh penerapan adaptasi kebiasaan baru yang mendorong mobilitas dan permintaan masyarakat. Selain itu, pemulihan permintaan global terhadap komoditas ekspor Sumbar turut mendorong pemulihan ekonomi di triwulan III 2020.
Wahyu Purnama menjelaskan, dengan melihat perkembangan lapangan usaha pada triwulan III 2020, lapangan usaha utama Sumbar tercatat masih kontraksi walau mayoritas menunjukkan perbaikan dibandingkan triwulan II 2020. Mayoritas lapangan usaha utama Sumbar terkontraksi diakibatkan oleh rendahnya permintaan akibat pembatasan kegiatan yang dilakukan selama pandemi masih berlangsung.
"Terhambatnya beberapa proyek terutama yang berasal dari APBD dan APBN juga menahan pertumbuhan ekonomi Sumbar," imbuhnya.
Secara spasial, perbaikan ekonomi terjadi pada seluruh provinsi Sumatera triwulan III 2020 meski masih dalam fase kontraksi. Pada triwulan III 2020, kinerja ekonomi Sumbar menduduki peringkat ke-3 terendah setelah Kepri dan Babel. Kontraksi ekonomi Sumbar juga lebih dalam dibandingkan kontraksi ekonomi pulau Sumatera sebesar -2,22% (yoy).
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Ekspor Sumbar Alami Peningkatan, Ini Barang Paling Banyak Diekspor
- Usung Tema Rise Stronger di HUT ke-112, Semen Padang Terus Bangkit dan Menjadi Lebih Kuat
- Wamentan Sebut Selama Pandemi, Tiga Juta Petani Bertambah
- Harga Minyak Goreng Melambung, Nevi Zuairina Minta Perlindungan Konsumen Rumah Tangga Dalam Negeri
- Ini Cara untuk Menjadi Entrepreneur Sukses Kata Wagub Sumbar