Pasca Lebaran, Pasien IGD di SPH Alami Lonjakan

Jumat, 21 Mei 2021, 14:06 WIB | Kesehatan | Kota Padang
Pasca Lebaran, Pasien IGD di SPH Alami Lonjakan
Pasca Lebaran, Pasien IGD di SPH Alami Lonjakan
IKLAN GUBERNUR

PADANG, binews.id - Pasca lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah, pasien IGD di Semen Padang Hospital (SPH) mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Hal itu diungkapkan Kepala Ruangan IGD SPH Ns. Welliza Fenisia, S. Kep saat menjelaskan tentang kondisi kunjungan pasien IGD di SPH. Ia mengatakan, jika hari sebelumnya pengunjung pasien IGD berjumlah 40-50 perhari, namun pasca lebaran jumlah pasien meningkat hingga 60-70 orang setiap harinya.

"Kebanyakan pasien yang datang ke IGD memiliki berbagai keluhan seperti masalah jantung, stroke, kecelakaan hingga pasien suspect COVID dan COVID terkonfirmasi," ujarnya.

Selain itu Welliza mengungkapkan, keluhan pasien yang datang juga ada disebabkan kurangnya memperhatikan kesehatan selama lebaran seperti terjadinya ketidakstabilan gula darah, gangguan pencernaan, hipertensi, ISPA, batuk, flu dan pilek. Menurutnya, selama lebaran memang sering terjadi lonjakan pasien dengan keluhan tersebut disebabkan terlalu menikmati suasana lebaran hingga lupa memperhatikan kesehatan tubuhnya.

Baca juga: Pemprov Sumbar Siapkan Bus untuk Menfasilitasi Keberangkatan Kepala Daerah Asal Sumbar Menuju Lokasi Retreat

Untuk setiap pengunjung di SPH, lanjutnya, selalu dilakukan screening dengan ketat oleh petugas dan petugas keamanan yang berjaga di pintu masuk gedung. Pada saat screening tersebut, akan ditanyakan bagaimana kondisi tubuhnya, rute perjalananan dan apakah ada kontak dengan pasien terkonfirmasi positif sebelumnya.

Di sisi lain, dijelaskannya juga, pasca lebaran pasien COVID yang ke IGD juga mengalami lonjakan. setidaknya, 50 persen dari pasien yang datang ke SPH memiliki gejala COVID atau yang terkonfirmasi virus tersebut. Welliza juga mengungkapkan, hal itu dipengaruhi oleh tidak beroperasinya puskesmas saat lebaran, sehingga pasien dengan suspect ringan yang biasanya dapat diarahkan ke puskesmas jadi diarahkan ke SPH.

"Selain itu, dua minggu sebelum lebaran juga disampaikan bahwa Sumbar kembali ditetapkan masuk sebagai zona orange. Jadi itu juga mempengaruhi dengan penambahan jumlah yang suspect atau yang terkonfirmasi setelah lebaran ini," terangnya.

Ia berharap agar pasien tetap menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan menjaga jarak satu sama lain.

Baca juga: Gubernur Mahyeldi Dampingi Ketua DMI Jusuf Kalla dalam Tabligh Akbar dan Seminar Menyambut Ramadhan di UNP

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: