Mei 2021 IHK Sumbar Alami Inflasi Rendah, Ini Penjelasan BI Sumbar

Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya tercatat turut menyumbang inflasi pada Mei 2021 dengan nilai inflasi sebesar 0,86% (mtm) dan andil 0,05% (mtm).
Inflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya disebabkan oleh kenaikan harga komoditas emas perhiasan dengan nilai andil 0,04% (mtm).
"Emas perhiasan tercatat mengalami peningkatan harga yang didorong oleh kenaikan harga emas global akibat lonjakan kasus Covid-19 dan penerapan lockdown di beberapa negara. Peningkatan ketidakpastian ekonomi global akibat belum efektifnya vaksinasi COVID-19 mendorong perubahan preferensi investor untuk melakukan investasi pada instrumen safe haven seperti emas," ujarnya.
Baca juga: Gantikan Wahyu Purnama, Endang Kurnia Saputra Resmi Dikukuhkan Jadi Kepala Perwakilan BI Sumbar
Dikatakan Wahyu, Inflasi lebih lanjut tertahan oleh deflasi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yang tercatat deflasi sebesar -0,60% (mtm) dan andil -0,18% (mtm). Deflasi pada kelompok ini disumbang oleh penurunan harga komoditas pangan terutama cabai merah, ikan cakalang/ikan sisik, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, cabai hijau dan bawang merah dengan andil deflasi masing-masing sebesar -0,33%; -0,04%; -0,02%; -0,01%; -0,01% (mtm).
"Penurunan harga komoditas cabai merah didorong oleh melimpahnya pasokan cabai lokal dengan adanya panen raya di wilayah Sumbar serta kecukupan pasokan cabai merah Jawa yang juga masuk panen raya," sebutnya.
Sementara itu ikan gembolo/ikan aso-aso dan ikan tongkol/ikan ambu-ambu tercatat mengalami penurunan harga didukung oleh kecukupan pasokan dan permintaan yang stabil di masyarakat. Kondisi cuaca yang lebih baik juga mendukung kegiatan nelayan untuk melakukan aktivitas melaut.
"Komoditas cabai hijau pada Mei 2021 turut menyumbang deflasi yang didukung oleh kecukupan pasokan di masyarakat, sementara bawang merah mengalami penurunan harga di tengah panen raya yang terjadi di sentra produksi Sumbar pada periode akhir April -- Mei 2021," terangnya.
Di sisi lain, komoditas jengkol dan petai tercatat memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,05% dan 0,03% (mtm). Kenaikan harga komoditas jengkol dan petai terutama disebabkan oleh peningkatan permintaan pada hari raya Idul Fitri mengingat dua komoditas tersebut merupakan komoditas pangan yang banyak digunakan dan disukai oleh masyarakat Sumbar. (*/mel)
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Kota Padang Perkuat Ekonomi Kreatif Lewat Bimtek Branding Digitalisasi
- Permudah Akses Perbankan untuk UMKM, Pemko Padang Bersinergi dengan CIMB Niaga
- Evaluasi untuk Adinata Syariah 2025, Gubernur Mahyeldi Targetkan Sumbar Kembali Raih Juara Umum
- OJK: Likuiditas Perbankan 2025 Masih Ketat, Sektor Pertanian Perlu Digenjot
- Wakil Ketua DPRD Sumbar Iqra Chissa Inisiasi Pemprov dan Pertamaina Terkait Stabilisasi Stok BBM