Serap Aspirasi Petani di Padang Pariaman, HM Nurnas : Kini Jadi Petani Tak Sesejahtera Dulu

Minggu, 15 Agustus 2021, 12:24 WIB | Ekonomi | Kab. Padang Pariaman
Serap Aspirasi Petani di Padang Pariaman, HM Nurnas : Kini Jadi Petani Tak Sesejahtera...
Anggota DPRD Sumbar, HM Nurnas. IST
IKLAN GUBERNUR

PADANG PARIAMAN, binews.id -- Dulu petani sawah Pungguak Kasiak Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, setiap panen 100 gantang padi bisa membeli emas dan memenuhi kebutuhan dapur petani.

Tapi kini, kata Anggota DPRD Sumbar, HM Nurnas, petani Pungguang Kasiak mengeluh karena 100 gantang padi tidak lagi dapat membeli emas.

"Jan kan satu ameh, satangah ameh se wallahualam dapek. Baa ka maasoki dapua rumah. Apolai kini masa pandemi, padiah, Pak Haji (HM Nurnas, red)," ujar Petani di Pungguak Kasiak Kecamatan Lubuk Alung, Irwan Armadi, Kamis (13/8/2021) lalu.

HM Nurnas yang keliling ke berbagai kelompok tani selama masa reses sidang III. Ini dilakukannya untuk menghimpun aspirasi rakyat yang disampaikan ke organisasi perangkat daerah terkait melalui Gubernur Sumbar. Aspirasinya biasanya mulai dari Alsintan, pupuk, sampai pada soal harga gabah yang tidak berpihak kepada petani.

Baca juga: DPRD Padang Dukung Wacana Surat Keterangan Bebas HIV/AIDS untuk Calon Pengantin

"Saya catat curhat petani di daerah pemilihan, mereka mengeluh soal harga gabah yang selalu anjlok. Hasil panen petani kini tak lagi berbilang emas," ujar HM Nurnas.

Aspirasi petani tentang stabilisasi harga gabah tingkat petani itu akan disampaikan HM Nurnas ke Gubernur melalui Dinas Ketahanan Pangan Sumbar.

"Kita minta Pak Mahyeldi untuk stabilkan harga gabah di Sumbar ini. Jangan petani kita takut bertanam padi karena saat panen harga gabah anjlok belum lagi terkendala kurang peralatan serta serangan wareng," ujar Nurnas.

Selain itu, oleh-oleh reses dari Pungguak Kasiak juga soal pupuk Poska, menurut Irwan, sebagai juru bicara kelompk tani di Lubuk Aluang melalui Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumbar mendesak adanya penelitian terhadap Pupuk Poska.

Baca juga: KAI Divre II Sumbar Gelar Ramp Check untuk Pastikan Keselamatan dan Kenyamanan Angkutan Lebaran

"Pak HM Nurnas, tolong sampaikan ke pihak berkompeten di Provinsi tentang komposisi dan kadar pupuk Poska apakah cocok dengan ditetapkan pemerintah. Soalnya Poska sekarang fisiknya besar sebelum ini halus dan kecil-kecil. Poska ini perlu dilakukan penelitian jangan-jangan Poska dibeli ppetani di pasaran bodong atau daur ulang," ujarnya.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: