Berdayakan Masyarakat Sekitar Hutan, Semen Padang dan Pemprov Teken Nota Kesepahaman Bersama

Oleh sebab itu, dibutuhkan kerja sama untuk melatih dan membina masyarakat sekitar hutan agar tidak terjadi eksploitasi terhadap hutan. Karena, banyak masyarakat sekitar hutan menggantungkan hidupnya dari hasil hutan dan itu diakui oleh masyarakat di Sumbar.
Mahyeldi menyebut tidak mungkin masyarakat sekitar hutan dilarang mengambil hasil hutan. Masyarakat sekitar hutan harus diarahkan dan dibina. Apalagi Sumbar, punya hutan sosial seluas 236.000 Ha dengan potensi sekitar 500.000 Ha.
"Melalui kerjasama ini, maka diharapkan masyarakat sekitar hutan bisa memanfaatkan hutan dengan baik, terutama hutan sosial, sehingga hutan tidak rusak, musibah bisa kita kendalikan dan masyarakat bisa mendapatkan penghidupan. Untuk itu, kami menyambut baik kerja sama dengan PT Semen Padang ini," ujarnya.
Baca juga: Fasilitasi Karyawan Berwirausaha Jelang Pensiun, Semen Padang Gandeng BTPN
Kelompok perhutanan sosial dan kelompok tani hutan di Sumbar ini, katanya melanjutkan, bisa memanfaatkan potensi sekitar hutan. Di antaranya, produk jasa lingkungan pada carbon trading dan eropa saat ini konsen dengan carbon trading ini.
Begitu juga dengan Norwegia yang saat ini juga fokus mengolah sampah organik yang bermanfaat untuk pakan ternak, pupuk organik dan media budidaya magot. "Di Pekanbaru, ada pemodal asing yang investasi untuk magot dan dieskpor. Nah, ini bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar hutan," bebernya.
Kemudian, sebutnya, juga ada budidaya madu, dan produk pengabungan sektor pertanian dengan kehutanan seperti jengkol, kopi dan manggis. Bahkan, Sumbar menjadi pengekspor manggis terbesar. selain itu, juga ada pengabungan sektor peternakan dan kehutanan, serta sektor perikanan dan kehutanan.
"Jadi, banyak hal yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar hutan, termasuk budidaya tanaman kaliandra yang merupakan energi terbarukan. Namun, butuh kerja sama banyak pihak. Tidak hanya PT Semen Padang saja, BUMN dan perusahaan lain diharapkan juga ikut mendorongnya," ungkap Mahyeldi.
Kembangkan tanaman Kaliandra
Terkait tanaman kaliandra, Tim Peneliti Energi Terbarukan Universitas Negeri Makassar bernama Harianto Albar yang juga hadir pada penandatangan Nota Kesepahaman Bersama antara PT Semen Padang dengan Pemprov Sumbar menyebut bahwa potensi budidaya tanaman kaliandra cukup bagus di Sumbar.
"Saya bawa dari Sulawesi bibitnya sebanyak 20 kg, dan ini akan dibudidayakan PT Semen Padang. Karena, potensi bididaya tanaman kaliandra ini di Sumbar cukup bagus potensinya. sebab, tanahnya bagus, dan untuk dataran ketingginya juga bagus," katanya.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- KAI Divre II Sumbar Gelar Ramp Check untuk Pastikan Keselamatan dan Kenyamanan Angkutan Lebaran
- KAI Divre II Sumbar Imbau Masyarakat Tidak Ngabuburit di Jalur Kereta Api Demi Keselamatan
- Datuak Febby: Keterbukaan Informasi Penting untuk Efisiensi Anggaran
- Wako Fadly Amran Instruksikan Damkar Siram Material Tercecer di Jalan Bypass
- Kapolda Sumbar Hadiri Launching Penguatan Program Pekarangan Pangan Lestari