Pimpin Upacara Peringatan Peristiwa Situjuah Ke-74, Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi: NKRI Harga Mati

"Para Kepala OPD tolong catat peristiwa bersejarah, pada tanggal-tanggal tersebut harus dilaksanakan upacara, kegiatan, yang melibatkan banyak pihak dan personil, dalam rangka untuk mewariskan semangat perjuangan dan mengingatkan kepada generasi muda akan sejarah bangsa," tutur gubernur.
Seperti peristiwa meninggalnya Bagindo Aziz Chan, Perang Kamang, Peristiwa Manggopoh, dan lainnya. Gubernur pun berharap Pemprov Sumbar dapat memberikan dukungan demi kelancaran dan terlaksananya acara tersebut di masa yang akan datang.
Di upacara tersebut juga gubernur mengajak para peserta upacara dan warga masyarakat yang turut menyaksikan berlangsungnya Upacara Situjuah itu untuk mengepalkan tangannya di udara dan mengucapkan 'NKRI Harga Mati'
Baca juga: Festival Sumarak Ramadhan Menjadi Ajang Promosi Bagi Produk UMKM Sumbar
Di akhir pidatonya gubernur mengatakan bahwa Lapangan Chatib Sulaiman merupakan peristiwa bersejarah yang harus dijaga dan dirawat. Ia pun menawarkan Lapangan tersebut untuk dibuat stadion.
"Dengan adanya stadion itu para ibu-ibu yang menonton kegiatan upacara tidak terkena terik panas matahari, selain itu Stadion juga bisa digunakan untuk kegiatan olahraga dan event-event di tingkat provinsi maupun kabupaten atau kota," tutupnya.
Dalam kesempatan tersebut gubernur menyerahkan penghargaan kepada 17 orang penerima penghargaan dari masyarakat Nagari Situjuah Batua, atas konsistensi dan kepedulian pada PDRI dan Peristiwa Situjuah. Penghargaan ini juga diberikan kepada Bupati Tanah Datar, Eka Putra, Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Letnan Kolonel Infantri Reno Handoko, Bapak AKBP Alex Prawira, serta para pejuang dan tokoh masyarakat lainnya.
Usai upacara, rombongan menuju ke makam pahlawan Situjuah di Lurah Kincia, tempat dimakamkannya 9 orang pahlawan Peristiwa Situjuah, untuk melakukan upacara penghormatan dan tabur bunga. (bi)
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Ketua DPRD Sumbar, Dorong Maek dan Menhir jadi Destinasi Wisata Minat Khusus
- Festival Maek Dibuka Gubernur dan Bupati Lima Puluh Kota, Supardi: Maek Siap Menjadi Destinasi Wisata Arkeolog Global
- Hj. Nevi Zuairina Berpartisipasi di Semarak Ramadhan Sekaligus Mengumpulkan Zakat di Kecamatan Harau
- Resmikan Rumah Tahfizh Riyadhul Qur'an di Nagari VII Koto Talago, Ketua DPRD Sumbar Supardi: Lahirkan Generasi Qur'an
- Anggota DPR RI Nevi Zuairina Dukung Pengembangan Situs Cagar Budaya Geopark 1000 Menhir Maek
Wabup Candra Buka Musda DPD KNPI Kabupaten Solok ke XIV Tahun 2025
Gaya Hidup - 26 Februari 2025
Dekranasda Kota Padang Tampilkan Produk Unggulan di INACRAFT 2025
Gaya Hidup - 07 Februari 2025