Minimalisir Resiko Bencana
Gubernur Mahyeldi Dorong Kabupaten/Kota Tingkatkan Sosialisasi Mitigasi dan Siapkan Alternatif Shelter

Selain menyiapkan bangunan evakuasi, di saat yang sama juga siapkan akses untuk mempelancar penyelamatan melalui jalur evakuasi.
"Siapkan jalur evakuasi dengan menyiapkan papan petunjuk arah titik penyelamatan yang aman. Semuanya harus ditingkatkan lagi," tambahnya.
Mengamati kondisi gempa magnitudo 6,9 lalu, menurut Mahyeldi masyarakat sudah memahami dalam melakukan upaya penyelamatan saat terjadi gempa. Buktinya saat keluar rumah, masyarakat tidak banyak menggunakan kendaraan dan lebih memilih berjalan menuju jalur evakuasi.
Baca juga: Susul Gubernur Mahyeldi ke Magelang, Wagub Vasko Antusias Ikuti Retreat
Mahyeldi menilai upaya untuk meningkatkan informasi tentang lokasi titik aman gempa dan tsunami cukup baik di Kota Padang. Dimana Pemko Padang sudah memperbaharui zona aman evakuasi.
"Lokasi zona aman gempa dan tsunami sudah diperbaharui di Kota Padang. Kita ingatkan lagi masyarakat, agar dapat mengetahui mana zona merah kuning dan hijau aman gempa dan tsunami," harapnya.
"Dengan adanya persiapan seperti ini masyarakat lebih siaga. Kesiapan agar lebih baik sehingga resiko bencana bisa diminimalisir. Seperti ketahanan bangunan dan minimalisir korban jiwa," harapnya.
Terpisah, Plt Kepala BPBD Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi mengatakan, menghadapi potensi gempa dan tsunami, pihaknya telah melakukan uji coba sirine peringatan dini di beberapa lokasi.
Uji coba dilakukan tanggal 26 setiap bulannya. Ada total 41 sirine peringatan dini yang ada di Sumbar yang dilakukan uji coba.
"Kita sudah uji coba sirine di Kota Padang dan Padang Pariaman. Termasuk sirine di BPBD Sumbar dan Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops)," terangnya.
Arry mengungkapkan, dari hasil uji coba sirine peringatan dini tersebut, di Kota Padang dari total 38 sirine, hanya dua sirine yang tidak hidup. Sementara di Kabupaten Padang Pariaman sirine juga masih aktif.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Baksos Polri Presisi, Pemko Padang Apresiasi Pembagian Sembako oleh Polresta
- Susul Gubernur Mahyeldi ke Magelang, Wagub Vasko Antusias Ikuti Retreat
- Pemprov Sumbar Siapkan Bus bagi Bupati/Wali Kota Beserta Wakil Menuju Bandara Yogya Usai Retret di Magelang
- Musrenbang RKPD, Wawako Maigus Nasir: Penting Sinergi dan Kolaborasi untuk Kemajuan
- Pj Sekda Yozarwardi Buka Forum Setda se-Sumbar, Bahas Strategi Penyelenggaraan Pemerintahan