Minimalisir Resiko Bencana
Gubernur Mahyeldi Dorong Kabupaten/Kota Tingkatkan Sosialisasi Mitigasi dan Siapkan Alternatif Shelter

PADANG, binews.id -- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengingatkan pemerintah kabupaten kota agar meningkatkan sosialisasi terkait mitigasi bencana kepada masyarakat serta mendata bangunan di wilayahnya masing-masing untuk dijadikan shelter.
"Agar keamanan dan ketentraman masyarakat dapat tetap terjaga ditengah ancaman bencana. Pemerintah harus memiliki perencanaan dan data terukur untuk pengendaliannya seperti pemetaan wilayah batas aman, optimalisasi jangkauan sosialisasi mitigasi, pemetaan bangunan yang layak dijadikan alternatif shelter," ungkap Mahyeldi saat dimintai keterangan terkait gempa bumi Sumbar di Padang, Selasa (27/4/2023).
Mahyeldi mengatakan berdasarkan laporan dari para pakar geologi, potensi gempa dan tsunami di Sumbar masih tetap ada. Hal itu disebabkan, karena Sumbar merupakan wilayah pertemuan dua lempeng, yakni Asia dan Australia. Selain itu juga banyak gunung merapi yang aktif, serta adanya patahan semangka di Pulau Sumatera.
"Dengan kondisi wilayah Sumbar yang berada diantara dua lempeng, banyak gunung aktif serta berada dalam kawasan patahan semangka, potensi gempa tektonik dan vulkanik masih tetap ada di Sumbar," ungkap Mahyeldi.
Baca juga: DPRD Padang Dukung Wacana Surat Keterangan Bebas HIV/AIDS untuk Calon Pengantin
Selain melakukan pendataan bangunan untuk alternatif shelter dan sosialisasi mitigasi bencana, disaat bersamaan Mahyeldi juga meminta agar bupati dan wali kota menyiapkan bangunan yang tahan gempa melalui kebijakan regulasi.
"Kita bersyukur sebahagian daerah sudah punya peraturan daerah (Perda) terkait dengan ketahanan bangunan. Sehingga pada saat gempa 6,9 SR kemarin tidak ada bangunan yang rusak. Agar lebih aman, diharapkan kedepan, seluruh kabupaten kota di Sumbar memiliki perda serupa," tegasnya.
Mahyeldi mengungkapkan, saat ini terdapat bangunan shelter yang ada di Kota Padang dan daerah lain untuk dijadikan tempat evakuasi jika seandainya nanti terjadi gempa dan tsunami. Namun, dari segi jumlah tempat evakuasi ini perlu diperbanyak.
Karena itu tambah Mahyeldi, jika ada bangunan yang memenuhi persyaratan untuk mitigasi gempa, maka dapat dijadikan alternatif sebagai tempat evakuasi.
Baca juga: Baksos Polri Presisi, Pemko Padang Apresiasi Pembagian Sembako oleh Polresta
"Seperti bangunan masjid, sekolah dan pasar yang ada di lokasi keramaian. Bangunan ini dapat dibangun dengan memenuhi persyaratan tahan gempa. Pemerintah kabupaten kota harus lakukan sensus bangunan yang layak untuk jadikan sarana evakuasi vertikal," terangnya.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Baksos Polri Presisi, Pemko Padang Apresiasi Pembagian Sembako oleh Polresta
- Susul Gubernur Mahyeldi ke Magelang, Wagub Vasko Antusias Ikuti Retreat
- Pemprov Sumbar Siapkan Bus bagi Bupati/Wali Kota Beserta Wakil Menuju Bandara Yogya Usai Retret di Magelang
- Musrenbang RKPD, Wawako Maigus Nasir: Penting Sinergi dan Kolaborasi untuk Kemajuan
- Pj Sekda Yozarwardi Buka Forum Setda se-Sumbar, Bahas Strategi Penyelenggaraan Pemerintahan